Senin, 25 Oktober 2021 20:49
Editor : Nur Hidayat Said

RAKYATKU.COM - Tongkonan merupakan rumah adat orang Toraja, meliputi tempat tinggal, kekuasaan adat, dan perkembangan kehidupan sosial budaya orang Toraja.

 

Arsitektur Tongkonan dikenal dengan bentuknya yang khas melalui struktur bawah, tengah, dan atas. Rumah adat Tongkonan yang memiliki ukiran mengandung makna yaitu melambangkan status sosial pemilik Tongkonan menempati lapisan atas.

Tongkonan saat ini tidak lagi dijadikan sebagai tenpat tinggal dikarenakan tiap keluarga yang mendiami Tongkonan pada umumnya telah membangun rumah tinggal sendiri.

Baca Juga : Ketua Golkar Tana Toraja Dilantik, Janji Menangkan Airlangga Presiden dan Taufan Pawe Gubernur

Toraja Tourism Board bekerja sama dengan PHRI, HPI, MASATA pun menyulap tongkonan menjadi homestay khususnya di destinasi wisata. Bimbingan teknis tongkonan dilaksanakan secara offline di Sa'Pak Bayo-Bayo Tana Toraja, Sabtu (23/10/2021).

 

"Dengan adanya kegiatan ini baik sekali di situasi pandemi di mana kurangnya pengunjung untuk dilakukan beberapa pembenahan. Bimbingan teknis tongkonan sangat berpengaruh untuk pemilik homestay tongkonan. Dengan adanya pelatihan ini dapat memberi masukkan bagi para pemilik homestay untuk lebih mengembangkan CHSE, kebersihan, dan kenyamanan di homestay mereka yang dapat di pergunakan pada saat ramai kunjungan," kata Michael Andin, pengelola Sa'Pak Bayo-Bayo.

Bimbingan teknis dilaksanakan sebagai upaya pelestarian Tongkonan sekaligus pemanfaatan Tongkonan masyarakat sebagai pendukung penginapan (homestay) di Toraja agar mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar tempat wisata.

Baca Juga : Mantan Sekda Tana Toraja Mulai Disidang Terkait Kasus Korupsi

Acara ini diselenggarakan dengan tujuan untuk melatih para peserta dengan membangun tim kerja efektif, teknik komunikasi dalam konteks pelayanan prima dan pengelolaan kebersihan.

Panca R. Sarungu, Ketua Toraja Tourism Board menyampaikan, "Banyak sekali tongkonan yang kosong dapat kita manfaatkan. Dengan menyediakan homestay tongkonan kita dapat menarik perhatian para wisatawan untuk dapat menawarkan penginapan di tongkonan yang mereka miliki."

Yohanes Limbong Allolayuk selaku Wakil ketua BPC PHRI Toraja Utara menyampaikan, "Mengubah tongkonan menjadi homestay diperlukan diskusi dengan seluruh keluarga besar agar tidak menimbulkan masalah ke depan. Diperlukan pendekatan khusus agar seluruh keluarga besar setuju tongkonannya dimanfaatkan sebagai sumber penghasilan tambahan yang selama ini pemeliharaannya menjadi beban. Melihat akses lokasi wisata yang dekat dengan tongkonan warga menjadikanya sebuah peluang yang besar jika dimanfaatkan dengan baik."

Baca Juga : Korupsi Pembebasan Lahan Bandara Mangkendek Segera Diadili

John Massolo pembicara dari Himpunan Pramuwisata Indonesia Toraja mengatakan, "Ketika kita memiliki tamu, minimal kita memiliki dasar bahasa Inggris agar mudah berkomunikasi dengan tamu. Dengan adanya bahasa yang mudah dipahami bisa kita tingkatkan dengan pelayanan yang ramah dan cerita unik tentang lokasi wisata yang menjadika tamu akan tinggal lama di tempat kita."

Kegiatan ini merupakan bagian dari acara pesta kesenian Toraja yang diselenggarakan 20--23 Oktober 2021. Adapun rangkaian acaranya, seperti Toraja Youth Leadership Camp Batch 2, Toraja Coffee Farmer Seminar.

Puncak acaranya akan diselenggarakan pada pekan ketiga November 2021 mendatang yang rencananya dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno.

Baca Juga : Curah Hujan Tinggi, 11 Rumah Tertimbun Longsor di Tana Toraja

Rangkaian acaranya, seperti kunjungan ke dua desa wisata di Nonongan dan Kole Sawangan yang berhasil masuk ke 50 besar dari 1.831 desa dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia, Road to ToraJAZZ, sentra vaksinasi pekerja parekraf Toraja, serta pagelaran seni budaya dan ekonomi kreatif.