Senin, 25 Oktober 2021 23:59

Mertua Dengar Kata "Tedong", Legislator DPRD Jeneponto Datangi Rumah Mantan Kades Bawa Samurai

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Mertua Dengar Kata "Tedong", Legislator DPRD Jeneponto Datangi Rumah Mantan Kades Bawa Samurai

Legislator DPRD Jeneponto asal PDIP itu tiba-tiba datang membawa samurai.

RAKYATKU.COM,JENEPONTO -- Pattiro, Sabtu malam (23/10/2021). Siapa sangka insiden kecil itu berujung peristiwa berdarah.

Saat itu sekitar pukul 19.00 wita. Warga bernama Haji Maupa sedang melintas di Pattiro, Desa Bontomanai, Kecamatan Kelara Jeneponto. Dia mengarah ke Tompo Kelara.

Dalam perjalanan, mobilnya berpapasan dengan mobil yang dikendarai Halim. Entah bagaimana ceritanya, terjadi insiden kecil.

Baca Juga : Tersangka Penganiayaan Tak Ditahan, Peradmi, Likma, dan Koalisi Advokat Sulsel Akan Datangi Kejari Gowa

Haji Maupa yang membuka kaca samping mendengar umpatan, "Tedong". Tedong dalam bahasa Bugis atau Makassar, artinya kerbau. Sering dipakai mengumpat sebagai pengganti kata "bodoh".

Haji Maupa tersinggung. Tapi, dia tidak langsung bereaksi saat itu. Dia memilih melanjutkan perjalanan menuju tujuan awal. Rupanya insiden itu dipendam.

 

Sepulang dari Tompo Kelara, dia singgah di rumah mantan kepala Desa Bontomanai. Saat itu, sekitar pukul 10.00 wita. Tiga jam berselang. Haji Maupa mengenali mobil tersebut milik mantan kepala desa setempat.

Baca Juga : Lahan Milik Ketua DPRD, Bangunan Indomaret di Jeneponto Diduga Langgar Peraturan Daerah

"Siapa yang pake mobil ta tadi?" tanya Haji Maupa kepada mantan kades tersebut.

Sponsored by MGID

"Oh yang pake itu, Halim," jawabnya.

"Ada saya dengar, kenapa saya dibilangi 'tedong' begitu waktu berpapasan," lanjut Haji Maupa.

Baca Juga : Mantan Bendahara Sertifikasi Diknas Jeneponto Dituntut 3 Tahun Penjara

Akhirnya mantan kades tersebut memanggil Halim untuk dipertemukan dengan Haji Maupa. Namun, Halim tidak mengakui perbuatannya. Dia merasa tidak menyebut kata-kata itu. Penumpangnya juga tidak mendengarnya.

Tiba-tiba datang oknum anggota DPRD Jeneponto, Taufiq. Legislator asal PDIP itu membawa samurai.

"Jadi ini masih kurang jelas apa dia hunus atau tidak. Namun yang jelas katanya langsung dipegang orang-orang di situ. Halim juga ada di sekitar situ. Setelah orang ini berhasil mengamankan itu parang, tiba-tiba ada yang berdarah, pengakuannya dikena parang," kata Kepala Kepolisian Sektor Kelara, Iptu Bakri, Senin (25/10/2021).

Baca Juga : Polisi Masih Selidiki Penyerangan Bersenjata Tajam di Tamanroya Jeneponto

Kepada Rakyatku.com, Taufiq mengaku tidak terima mertuanya dihina.

"Dipakkanai tedong (dibilangi kerbau). Saya spontan juga langsung ke sana. Tidak ada pemarangan. Cuman dia terluka karena dia ambil itu samurai dan tertusuk. Dia rebut dari tanganku, iye, begitu," katanya.

Menurut Taufiq, samurai yang dibawa itu hanya untuk berjaga-jaga karena banyak orang di sana. Dia juga mengaku belum sempat menghunuskan samurai tersebut.

Baca Juga : Dua Tersangka Penadah Ponsel Curian Dikeluarkan dari Tahanan Polres Jeneponto, Ada Apa?

"Belum sempat sudah ada mi yang ambil. Maksud, tujuan saya ke situ mau memperjelas dengan orang yang menghina mertua saya. Jadi saya ketemu disitu karena mobilnya mantan desa napake Halim," katanya.

Iptu Bakri mengatakan, kasus ini dalam proses penyelidikan.

 

Sponsored by advertnative
 
Penulis : Samsul Lallo
#jeneponto