Minggu, 17 Oktober 2021 16:02
Salah satu atraksi brutal tentara Korea Utara yang disaksikan Kim Jong-un. (Foto: Twitter/Al Jazeera)
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM -- Sulit dipercaya. Cara tentara Korea Utara melakukan atraksi terkesan brutal. Ada beberapa adegan yang bikin merinding.

 

Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un yang menyaksikan, ikut dibuat cemas. Namun, setiap atraksi berhasil, dia akhirnya tersenyum dan bertepuk tangan.

Atraksi itu dilakukan sejumlah prajurit. Ada yang berseragam loreng. Ada juga yang bertelanjang dada. Tentara yang bertelanjang dada inilah yang menunjukkan kesaktiannya.

Baca Juga : Korea Utara Uji Drone Bawah Air Berkemampuan Nuklir Baru

Sebuah video menunjukkan tentara menanggung pemukulan dari tiang panjang, menghancurkan balok dan papan kayu di atas kepala mereka, dan berbaring di pecahan kaca pecah.

 

Rekaman dramatis itu lebih mirip adegan dari film seni bela diri. Kim dan pejabat Korea Utara lainnya menyaksikan dan bertepuk tangan saat tentara menampilkan pertunjukan yang menantang rasa sakit.

Atraksi itu bagian dari upacara pembukaan pameran pertahanan pekan ini yang memamerkan senjata negara bersenjata nuklir itu.

Baca Juga : Korut Uji Coba Rudal Saat Kapal Induk AS Tiba untuk Latihan Militer di Korsel

Salah satu adegan yang menegangkan saat mereka memacahkan bata dengan cara dipalu. Tentara yang bertelanjang dada memasang lengan di atas bata yang ingin dihancurkan.

Lalu, rekannya yang berseragam loreng mengambil palu besar. Memukul lengan dan tangan rekannya hingga bata itu hancur. Masih banyak adegan lain yang bikin bulu kuduk merinding.

Kim terlihat menonton dari tribune. Dia dikelilingi petugas dan saudara perempuannya serta penasihat dekat Kim Yo Jong di sisinya.

Baca Juga : Korea Utara Tuduh AS Lakukan Terorisme Biologi

Kantor Berita Pusat Korea melaporkan bahwa Kim menyebut militernya "tak terkalahkan" dalam pidatonya di mana ia juga menuduh Amerika Serikat memusuhi negaranya.

Ini adalah acara pertama yang disaksikan Kim sejak dia mengambil alih Korea Utara pada 2011. Ini menandai peringatan 76 tahun Partai Buruh yang berkuasa di negara itu.