Senin, 09 Agustus 2021 08:49

Para Ilmuwan Kini Waspadai COVID-19 Varian B1621, WHO Belum Berikan Nama Latin

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi.
Ilustrasi.

WHO hingga saat ini belum memberikan nama dalam aksara latin untuk varian ini karena belum termasuk Variant of Concern (VOC) maupun variant of Interest (VOI). Varian ini masih ada di kategori Alerts for Further Monitoring.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Para ilmuwan terus mempelajari mutasi COVID-19 yang memunculkan berbagai varian baru. Salah satu yang diwaspadai adalah B.1.621 atau B1621 yang mulai terdeteksi di Eropa.

WHO hingga saat ini belum memberikan nama dalam aksara latin untuk varian ini karena belum termasuk Variant of Concern (VOC) maupun variant of Interest (VOI). Varian ini masih ada di kategori Alerts for Further Monitoring.

Dikutip dari who.int, Senin (9/8/2021), varian B1621 diidentifikasi pertama kali di Kolombia pada Januari 2021. Meski demikian, pusat pencegahan dan pengendalian penyakit (CDC) Eropa telah memasukkannya sebagai VOI dalam satu kelompok dengan varian Kappa (B1617.1).

Baca Juga : WHO Identifikasi Varian Baru COVID-19, Lebih Kebal Vaksin

Dalam situsnya, CDC Eropa menyebut varian ini terbukti memiliki mutasi yang berdampak pada penularan maupun terhadap imunitas. Beberapa mutasi yang ditemukan, antara lain R346K, E484K, N501Y, D614G, dan P681H.

Di Inggris, sekurangnya telah ditemukan 37 kasus suspek dan terkonfirmasi dengan varian ini. Varian B1621 juga ditemukan di Florida Amerika Serikat dan dikaitkan juga dengan kematian 7 lansia di panti jompo di Belgia.

Sponsored by advertnative
 
#Covid-19 #varian barru covid