Jumat, 06 Agustus 2021 21:29
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM -- Tujuh belas tahun lalu, pandemi Covid-19 sudah diramalkan tokoh agama. Seorang biksu Buddha, salah satunya. Ramalannya diterbitkan dalam sebuah buklet tahun 1992.

 

Pandemi bermula di Wuhan China pada Desember 2019. Kini sudah hampir dua tahun berlangsung. Segala upaya belum menunjukkan tanda-tanda bahwa dunia akan benar-benar bebas dari virus.

Baru-baru ini, sebuah postingan lama di Facebook dari tahun lalu telah beredar di platform. Postingan tersebut membagikan prediksi tentang pandemi Covid-19 yang ditemukan dalam sebuah buklet Buddhis, yang diterbitkan pada tahun 1992!

Baca Juga : Cegah PHK, Maskapai Ini Jual Makanan Kelas Bisnis di Supermarket

Buku itu tidak secara khusus menyebutkan virus Covid-19. Hanya disebut sebagai "The New Pneumonia" yang menakutkan. Namun, semua tanda-tanda dan gejala sama dengan virus Covid-19 saat ini. Virus ini juga digambarkan lebih ganas dari AIDS.

 

Dalam salah satu halamannya, buku itu dengan jelas menggambarkan bagaimana virus dengan mudah menyebar melalui kebiasaan sehari-hari, seperti berjabat tangan dan percakapan jarak dekat.

Menurut sebuah sumber, buklet ini awalnya adalah ceramah yang tersedia di situs web Biara Sagely Roda Emas pada awal 2000-an. Kemudian dihapus karena alasan yang tidak diketahui.

Baca Juga : Lockdown Pademi Corona, Warga Myanmar Makan Tikus demi Bertahan Hidup

Bertahun-tahun kemudian, ceramah yang sama diterbitkan dalam buku-buku kecil Buddhis yang terlihat didistribusikan di Singapura.

Tampaknya ini adalah kata-kata seorang biksu Buddha yang kemudian ditranskripsikan menjadi sebuah buku. Dari beberapa halaman buklet itu, secara gamblang menggambarkan tanda dan gejala Covid-19 yang terjadi saat ini.

Baca Juga : Kehidupan Normal seperti sebelum Pandemi Covid-19 Terjadi 2022

"Penyakit ini lebih buruk dari bom atom. Ini pandemi. Pandemi datang, baik pria maupun wanita akan terkena penyakit ini. Tidak hanya itu, bayi yang baru lahir juga akan terinfeksi," begitu kutipan dalam buku tersebut.

Meskipun sudah tiga dekade sejak buklet itu diterbitkan, sangat menakutkan mengetahui bahwa prediksi ini hampir akurat dengan apa yang terjadi saat ini.

"Jumlah AIDS dan pneumonia di dunia sekarang tidak sedikit, bahkan bayi yang belum lahir memilikinya dan begitulah virus menyebar di dalam janin. Dengan demikian, kiamat akan datang. Dan dari hari kiamat, itu berarti semua orang mati dan menghilang bersama-sama," kutipan lain dalam buku tersebut.

 

BERITA TERKAIT