Selasa, 03 Agustus 2021 10:52
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM -- Sejumlah warga Papua membakar vaksin, jarum suntik, dan masker. Itu simbol ketidakpercayaan mereka terhadap pandemi Covid-19.

 

Aksi yang videonya viral di media sosial itu terjadi di halaman GKII Samaria, Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua, Minggu (1/8/2021). Terjadi di sela KKR gabungan yang diikuti 23 Gereja Klasis Kwamki Narama.

KKR itu mengangkat tema, "Aku Akan Memulihkan Keadaan Umat-Ku" dengan sub tema, "Melalui KKR Ini Daerah Kwamki Narama Benar-Benar Merasakan Pemulihan Terjadi".

Baca Juga : Wali Kota Makassar Ingatkan Varian Baru Covid-19

Dalam video itu, terlihat tokoh agama menggunakan jas hitam memegang botol vaksin. Beberapa jemaat memegang jarum suntik dan masker. Selanjutnya dilemparkan ke api yang menyala.

 

"Kami tidak pernah menutup tempat ibadah-ibadah raya. Hari ini kami tim KKR mulai dari Yudea, Samaria, Galilea, kemudian Bukit Sion, Tiberias sampai dengan Matoa, Petra Silo sampai dengan Anugrah, serta ada 23 gereja ini kami menjalani KKR. Maka atas nama daerah Kwamki Narama atas nama tim, kami tidak percaya vaksin dengan corona, karena dalam nama Yesus darah Kristus dikalahkan oleh kuasa setan, seperti Covid-19 maupun vaksin. Di kwamki lama ini sejak dulu, hari ini sampai Yesus datang kami tidak percaya," ucap salah satu tokoh agama dalam video tersebut.

Dikutip dari Seputarpapua.com, video tersebut direkam seseorang. Kemudian disebarkan oleh pemilik akun TikTok yakni @kalkinalowen. Akun tersebut rupanya milik Ketua DPC KNPI Kwamki Narama, Awen Magai.

Baca Juga : Waspada! COVID-19 Varian XBB Terdeteksi di Indonesia

Awen mengaku bukan dirinya yang merekam video itu. Dia hanya mengunggahnya ke TikTok yang kemudian menjadi viral.

Selama ini di Distrik Kwamki Narama, aktivitas gereja tetap berjalan walau ada pembatasan. Warga juga menolak vaksin karena terpengaruh berita yang menyebut orang meninggal setelah divaksin.

"Mereka merasa selama ini mereka sembahyang biasa saja tidak ada yang sakit kenapa harus divaksin?" jelas Awen seperti dikutip dari Seputarpapua.com.

Baca Juga : Berlaku 17 Juli 2022, Kemenhub Terbitkan Surat Edaran Perjalanan Dalam dan Luar Negeri

Dia juga meminta pemerintah agar tidak memaksa warga untuk divaksin. Warga mengaku lebih percaya kepada Tuhan dan memilih berdoa di gereja.

"Yang harus awal ditakuti adalah takut Tuhan. Mati dan hidup ada di tangan Tuhan. Kemudian kedua ketiga boleh kamu mau percayakan corona ka apa ka," kata Awen.