Rabu, 30 Juni 2021 08:59
Ilustrasi (Shutterstock)
Editor : Fathul Khair Akmal

RAKYATKU.COM - KMP Yunice terseret arus dan kapal tenggelam" href="https://rakyatku.com/tag/kapal-tenggelam">tenggelam, di perairan Selat Bali, sekitar Pelabuhan Gilimanuk, Selasa, (29/6/2021) sekitar pukul 19.06 WITA.

 

Dalam persitiwa tenggelamnya KMP Yunice ini, 33 orang berhasil ditemukan selamat. Enam meninggal dunia, dan 14 penumpang masih dalam pencarian.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Wangi, Banyuwangi, Letkol Marinir Benyamin Ginting mengemukakan,KMP Yunice diduga terseret arus laut dan gelombang tinggi empat meter lalu tenggelam.

Baca Juga : Tangis Irwan Pecah, Istri dan 2 Anaknya Korban Kapal Tenggelam di Perairan Pangkep

"Tadi kami sempat melakukan pencarian korban di laut, gelombang tinggi mencapai tiga hingga empat meter, kemungkinan ini (gelombang) yang menyeret kapal dan tenggelam," ujar Letkol Marinir Benyamin Ginting kepada wartawan, Rabu (30/6/2021).

 

Ia menceritakan saat melakukan pencarian bersama dengan tim SAR gabungan lainnya, pihaknya juga mengevakuasi ABK, yakni kepala kamar mesin KMP Yunice, yang terombang ambing di Selat Bali.

Dari kepala kamar mesin tersebut, lanjut dia, diperoleh keterangan bahwa seluruh penumpang kapal dipastikan menggunakan baju pelampung. Sehingga, kata Ginting, besar kemungkinan 14 orang penumpang yang belum ditemukan bisa selamat.

Baca Juga : Kapal Tenggelam di Perairan Pengkep, Lima Penumpang Tewas

"Dalam pencarian kami menemukan kepala kamar mesin dan menyampaikan semua penumpang menggunakan life jacket. Besar kemungkinan masih bisa ditemukan selamat, meskipun ada enam penumpang yang ditemukan meninggal," katanya.

Kepala kamar mesin KMP Yunicee yang ditemukan selamat itu juga menyampaikan bahwa sebelum kapal tenggelam terseret arus laut dan ombak tinggi ke arah selatan Pelabuhan Gilimanuk.

"Kepala kamar mesin menjelaskan kepada kami, kapal tersebut yang parkir dan menunggu antrean terseret arus . Karena ombaknya besar, kemampuan mesin tidak bisa mengimbangi tingginya gelombang dan terseret, Sekitar lima menit kapal miring dan tenggelam ke sisi kiri," ujarnya.