Senin, 28 Juni 2021 18:01
Ilustrasi
Editor : Fathul Khair Akmal

RAKYATKU.COM - Mengalami depresi berat akibat covid-19" href="https://rakyatku.com/tag/covid-19">Covid-19, seorang wanita di Inggris tega tikam" href="https://rakyatku.com/tag/tikam">menikam putrinya yang berumur 5 tahun hingga tewas.

 

Wanita berinisial SS itu, menikam putrinya yang bernama Sayagi. Setelah melihat anaknya tidak lagi bernyawa, SS kemudian mencoba bunuh diri.

SS melakukan aksinya di kamar tidur apartemen.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Ingatkan Varian Baru Covid-19

Suaminya mengatakan dia 'ketakutan' jika tertular virus Covid-19 dan aturan pembatasan mendorongnya untuk melakukan aksi nekadnya itu dilansir dari suara.com.

 

Hadir di pengadilan Old Bailey pada hari Kamis, SS membantah telah melakukan pembunuhan.

SS yang telah tinggal di Inggris sejak 2006, mengeluhkan menderita penyakit misterius selama hampir setahun sebelum tragedi itu.

Baca Juga : Waspada! COVID-19 Varian XBB Terdeteksi di Indonesia

Pada hari itu, dia memohon suaminya untuk tidak pergi bekerja, dan menelepon teman-temannya dan memberi tahu mereka bahwa dia tidak sehat.

Sekitar pukul 04.00 sore waktu setempat, seorang tetangga menemukan SS dengan luka tusuk di perutnya. Sedangkan anaknya ditemukan dengan luka tusukan di leher, dada dan perut.

Sivanantham kemudian dilarikan ke rumah sakit, di mana dia dirawat selama lebih dari dua bulan sebelum dipulangkan ke tahanan polisi.

Baca Juga : Berlaku 17 Juli 2022, Kemenhub Terbitkan Surat Edaran Perjalanan Dalam dan Luar Negeri

Sainsbury Suganthan, suami SS, mengaku sangat terkejut saat ia diberi kabar jika istrinya tega membunuh putrinya dengan kejam.

"Saya sangat emosional karena harus menghidupkan kembali apa yang telah terjadi pada putri saya dan istri saya." ujar Sainsbury ketika mendengar putusan pengadilan.

Dia mengatakan sebelum pembunuhan, keluarganya telah menjalani "kehidupan yang bahagia". Sejak itu dia harus berhenti bekerja.

Baca Juga : Cegah Penyebaran Covid-19 Jelang Pembelajaran Tatap Muka Pemkot Makassar Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Sivanantham mengatakan dia belum berbicara dengan istrinya.

"Saya tahu jika dia baik-baik saja, dia tidak akan membunuh putri kami," katanya.

Seorang psikiater yang telah merawat SS menemukan bahwa isolasi dan stres yang disebabkan oleh Covid-19 berkontribusi pada penyakit mentalnya.