Sabtu, 26 Juni 2021 08:03
Ilustrasi.
Editor : Nur Hidayat Said

RAKYATKU.COM - Menurut sebuah penelitian terbaru, virus-virus virus corona" href="https://rakyatku.com/tag/virus-corona">corona telah menyebabkan wabah penyakit yang besar dan manusia telah berjuang melawannya selama ribuan tahun.

 

Pada 2002, virus corona sempat menjadi wabah, dikenal dengan SARS di Tiongkok, menjangkiti lebih dari 8 ribu orang dan 800 orang meninggal.

SARS adalah singkatan dari severe acute respiratory syndrome, sindrom pernapasan yang sangat akut.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Ingatkan Varian Baru Covid-19

Empat tahun kemudian terjadi sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS) yang juga disebabkan oleh virus corona dengan jumlah 2.400 kasus dan 850 orang meninggal.

 

Sekarang dunia sedang menghadapi berbagai varian dari SARS-CoV 2, yakni virus yang menyebabkan COVID-19.

Sekelompok ilmuwan Australia dan Amerika Serikat menemukan epidemi virus corona pernah terjadi di Asia Timur 25 ribu tahun lalu dan berlangsung selama 20 ribu tahun.

Baca Juga : Waspada! COVID-19 Varian XBB Terdeteksi di Indonesia

Menurut penelitian mereka yang diterbitkan di jurnal Current Biology, Jumat (25/6/2021), bukti dari adanya epidemi tersebut bisa dilihat dari genome yang dimiliki oleh warga dari kawasan Asia Timur.

"Ini menimbulkan malapetaka di kalangan penduduk di sana dan meninggalkan tanda genetis," kata Kirill Alexandrov, pakar biologi sintetis di Queensland University of Technology (QUT).

Sumber: ABC Indonesia