Senin, 21 Juni 2021 17:39
Editor : Fathul Khair Akmal

RAKYATKU.COM, PAREPARE - Sejumlah kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII" href="https://rakyatku.com/tag/pmii">PMII) Kota Parepare menggelar aksi unjuk rasa, di depan kantor Polres Parepare, Senin(21/6/2021).

 

Unjuk rasa ini sebagai respons sikap Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf (andi utta" href="https://rakyatku.com/tag/andi-utta">Andi Utta) yang menendang ban saat kader PMII berunjukrasa di depan kantor Bupati Bulukumba beberapa hari yang lalu.

"Aksi hari ini, serentak di PMII Sulsel. Ini instruksi langsung dari PKC PMII Sulsel untuk merespons arogansi penanganan aksi di Bulukumba dan sinjai, yang mengakibatkan kader PMII terluka," ujar Ketua Cabang PMII Parepare, Zulkifli.

Baca Juga : Teken MOU, Bawaslu Wajo Perkuat Sinergi dengan PMII dan HMI Dalam Rangka Pengawasan Partisipatif

Zulkifli menganggap, aksi arogansi yang ditunjukkan Andi Utta menjadi preseden buruk pemerintahan di Bulukumba.

 

"Jangan ada kepala daerah rasa preman, karena mereka pelayanan bagi rakyatnya. Sebagai pejabat daerah, sudah seharusnya menerima aspirasi dari masyarakat. Bukan malah jadi provokator yang justru tindakannya menimbulkan kericuhan saat aksi," jelas Zulkifli.

Olehnya itu, Zulkifli mendesak Polres Parepare untuk meneruskan tuntutannya ke Kapolda Sulsel, untuk mengusut tuntas provokator terhadap kader PMII Bulukumba dan Sinjai saat unjukrasa.

Baca Juga : Jelang Muswil, Ketua IKA PMII Wajo Ingin Azhar Arsyad Pimpin Sulsel

"Mendesak Kapolres Parepare meneruskan Kapolda Sulsel, untuk segera mengusut tuntas provokator dan tindakan represif terhadap kader PMII Bulukumba dan Sinjai," tegasnya.

Wakapolres Parepare, Kompol Sudarno mengatakan, akan menerima dan akan meneruskan tuntutannya ke Polda Sulsel, terkait tindakan represif pejabat daerah di Bulukumba dan Sinjai.

"Siap meneruskan ke Kapolda tuntutan teman-teman, agar kasus tindakan represif dan provokator terhadap kader PMII Bulukumba dan Sinjai bisa diusut tuntas," jelasnya.

Penulis : Hasrul Nawir