Rabu, 28 April 2021 13:02

CDC: Orang Sudah Divaksin COVID-19 Penuh Tak Perlu Gunakan Masker

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit CDC memperbarui pedoman mereka setelah mempertimbangkan beberapa faktor.

RAKYATKU.COM, WASHINGTON - Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit CDC, Selasa (27/4/2021), menyampaikan orang yang sudah divaksinasi penuh tidak perlu lagi mengenakan masker ketika mereka berkegiatan di luar rumah, kecuali jika berada di tengah kerumunan besar orang.

Pedoman baru ini dinilai sebagai langkah besar menuju kembalinya Amerika Serikat (AS)--secara perlahan-lahan--ke kehidupan normal.

Pejabat-pejabat AS mengatakan warga AS yang sudah divaksinasi penuh tidak perlu mengenakan masker di luar rumah, kecuali berada di tengah kerumunan besar orang asing.

Baca Juga : Ingin Cepat Divaksin Covid-19, Orang Kaya Indonesia Ramai-ramai ke Amerika

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit CDC memperbarui pedoman mereka setelah mempertimbangkan beberapa faktor.

Direktur CDC Dr. Rochelle Walensky mengatakan, “Ada peningkatan data yang menunjukkan bahwa sebagian besar penularan terjadi di dalam ruangan, dibanding di luar ruangan. Kurang dari 10 persen penularan yang terdokumentasi dan banyak penelitian lainnya, terjadi di luar ruangan."

 

"Kami juga tahu bahwa ada peningkatan risiko hampir 20 kali lipat di dalam ruangan dibanding di luar ruangan. Ditambah fakta bahwa ada 30,37 persen orang di atas usia 18 tahun yang sudah divaksinasi penuh. Fakta bahwa tingkat kasus sekarang mulai turun memotivasi kami mengubah pedoman sebelumnya," katanya.

Baca Juga : Gawat! Vaksin Covid-19 Kurang Efektif Terhadap Varian Delta yang Lebih Menular

Dalam beberapa situasi, mereka yang sudah divaksinasi juga dapat keluar rumah tanpa perlu mengenakan masker.

Pedoman baru ini merupakan langkah besar menuju kembalinya kehidupan ke situasi normal di AS setelah pandemi virus corona yang menewaskan lebih dari 570.000 orang, yang tertinggi di dunia.

Pembaruan pendoman ini dilakukan ketika lebih dari separuh orang dewasa di AS telah mendapat satu dosis vaksin, dan lebih dari sepertiga sudah divaksinasi penuh.

Baca Juga : Menolak Disuntik Vaksin Covid-19, Warga Filipina Bakal Dipenjara

Namun, Walensky masih mendorong agar lebih banyak orang divaksin dan masih khawatir dengan munculnya varian baru dan pergeseran lain pandemi ini.

Direktur Institut Penyakit Menular dan Alergi Amerika Dr. Anthony Fauci mengatakan, “Kami berupaya melakukan pembaruan selangkah demi selangkah karena adanya situasi di mana masih ada orang yang ragu dan di sisi lain ada fakta tentang cepatnya vaksinasi."

Sumber: AP, VOA Indonesia

#CDC #Amerika Serikat #Vaksin Covid-19