Rabu, 21 April 2021 21:31

Setelah Nonaktifkan Staf Khusus NA, Plt Gubernur Sulsel Evaluasi TGUPP, staf ahli, dan kepala OPD

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Andi Sudirman Sulaiman (kanan)
Andi Sudirman Sulaiman (kanan)

Evaluasi TGUPP dilakukan karena melekat pada jabatan gubernur, bukan wakil gubernur.

RAKYATKU.COM - Pemerintah Provinsi Sulsel akan melakukan evaluasi terhadap Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), staf ahli, dan OPD.

Hal ini dimaksudkan untuk memaksimalkan kinerja di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulsel mengingat masih adanya TGUPP yang disebut tidak maksimal.

"Masih ada TGUPP yang bekerja tidak maksimal sehingga perlu dilakukan evaluasi. Kita ingin tingkatkan misalnya selama ini kinerjanya 70, kita mau naikan 80 atau 90," kata pelaksana tugas Kepala Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), Andi Darmawan Bintang, Rabu (21/4/2021).

Baca Juga : Pusat Perbelanjaan Mulai Padat, Plt Gubernur Mulai Khawatir

Pelaksana tugas Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan evaluasi dilakukan secara normal. Evaluasi ini dilakukan karena TGUPP melekat pada penjabat gubernur dan bukan wakil gubernur.

"Jadi itu tugas yang melekat pada orang. Kalau TGUPP kan tim gubernur upaya percepatan. TGUPP dalam artian kosa katanya adalah gubernur karena di dalamnya tidak dibedah bahwa tim ahli infrastruktur wagub," kata Andi Sudirman Sulaiman usai menerima kunjungan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian.

"Sebenarnya evaluasinya normal saja. Normatif saja pada kinerja, kita fokus awal semester satu, serapan. Bagaimana kemudian konsen prioritas," sambungnya.

 

Ia juga mengatakan, evaluasi dilakukan dari waktu ke waktu. Sementara untuk urusan mutasi jabatan akan tergantung dengan performance. Mutasi disebut sebagai alternatif jika ada yang performanya tidak maksimal.

Baca Juga : Terkait Stadion Mattoanging, Plt Gubernur Sulsel: Tetap Dibangun, tapi Kita Masih Berutang

"Untuk melakukan evaluasi tentu kita butuh waktu satu bulan lihat lagi. Satu bulan dilihat lagi. Mutasi itu bukan solusi tapi instrumen. Tapi ketika performance turun maka instrumen bisa dipakai," sebutnya.

"Beberapa alternatif termasuk bagaimana tetap pengaturan kebijakan, pendalaman, pendampingan tenaga ahli. Bagaimana penjajakan studi untuk percepatan rapat-rapat. Mutasi salah satunya bagian dari pada instrumen proses performance," sebutnya.

Penulis : Syukur
#Andi Sudirman Sulaiman #Plt Gubernur Sulsel