Selasa, 13 April 2021 20:04
Editor : Fathul Khair Akmal

RAKYATKU.COM - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito mengatakan, vaksin Covid-19 buatan Rusia, Sputnik V didaftarkan oleh PT Pratama Nirmala. Ia memperkirakan, izin penggunaan dikeluarkan dalam kondisi kegawatdaruratan kesehatan masyarakat atau emergency use authorization (EUA) akan keluar pada April 2021.

 

"Didaftarkan PT Pratama Nirmala dan akan bermitra dengan PT Bio Farma. Estimasi EUA akhir April 2021," ujar Penny dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Kamis (8/4).

BPOM, kata Penny, sudah menerima sekira 75 persen data dari vaksin Sputnik V. Pihaknya saat ini masih menunggu data tambahan terkait efikasi, keamanan, dan mutu vaksin buatan Rusia itu. "Sudah ada beberapa kali kami melakukan pembaahasan juga," ujar Penny.

Baca Juga : Gebyar Vaksin Covid-19, Pemkab Gowa Siapkan Doorprize Puluhan Sepeda Motor

Sebelumnya, Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva, mengatakan, siap membantu pengadaan vaksin di Indonesia lewat Sputnik V.

 

"Kami siap bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia di bidang ini. Vaksin Sputnik V saat ini sedang dalam proses registrasi di BPOM Indonesia dan organisasi kesehatan dunia WHO," ujar Dubes Lyudmila, lewat siaran persnya.

Indonesia disebut sudah menjalin komunikasi dengan Rusia untuk bekerja sama mengatasi virus corona jenis baru. Pada April 2020 Presiden Joko Widodo lewat kontak telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin sepakat untuk meningkatkan kontak antara kementerian kesehatan kedua negara. Lalu, pada 17 September 2020, Rusia melalui Duta Besarnya di Indonesia, secara resmi telah menghubungi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk menawarkan penggunaan dan pengembangan lebih lanjut vaksin Sputnik V.

Baca Juga : Pria Ini Divaksinasi 90 Kali demi Jual Kartu Vaksin Palsu

Sputnik V adalah sebuah vaksin anti-Covid-19 yang dikembangkan oleh Gamaleya Research Institute dan Kementerian Pertahanan Rusia di Moskow. Sputnik V juga merupakan vaksin terdaftar pertama di dunia berdasarkan platform berbasis vektor adenoviral manusia. Saat ini, Sputnik V berada di antara 10 kandidat vaksin teratas yang sudah mendekati akhir uji klinis dan siap untuk produksi massal serta sedang didaftarkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).