Jumat, 09 April 2021 23:25

Mentan SYL: Riset dan Inovasi Berkelanjutan, Fondasi Pembangunan Pertanian

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Mentan SYL: Riset dan Inovasi Berkelanjutan, Fondasi Pembangunan Pertanian

Balitbu Tropika merupakan salah satu UPT Litbang Pertanian yang memiliki koleksi keragaman tanaman buah yang tersebar pada enam kebun percobaan.

RAKYATKU.COM - Kementerian Pertanian melalui Balai Penelitian Buah (Balitbu) Tropika menggelar Expose Inovasi Buah Tropika. Dibuka secara resmi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Jumat (9/4/2021).

Ajang ini merupakan salah satu agenda percepatan hilirisasi inovasi teknologi komoditas tanaman buah kepada para stakeholder pertanian.

Menurut Mentan, sektor pertanian akan semakin kuat jika didukung oleh riset dan inovasi yang berkelanjutan.

Baca Juga : Solar Dryer Dome Tingkatkan Nilai Tambah Produk Hortikultura Petani

"Pesan Bapak Presiden jelas, pembangunan pertanian ke depan harus berbasis riset dan teknologi. Dan hari ini saya apresiasi kerja-kerja para peneliti kita yang sudah menemukan, mencipta varietas-varietas unggul," katanya.

Balitbu Tropika merupakan salah satu UPT Litbang Pertanian yang memiliki koleksi keragaman tanaman buah yang tersebar pada enam kebun percobaan.

 

Baca Juga : Kenang AGH Sanusi Baco, Mentan SYL: Kita Kehilangan Ulama Hebat dan Arif

Kepala Litbang Pertanian, Fadjri Jufri menjelaskan bahwa salah satu tugas Balitbu Tropika adalah mengembangkan komoditas prioritas dan komoditas unggulan dengan tujuan untuk membantu mensejahterakan masyarakat petani.

"Sejak tahun 2017, Balitbu Tropika telah menyebarluaskan benih, baik benih sumber maupun benih sebar tanaman buah lebih kurang 1.000.000 ke seluruh Indonesia secara gratis," ujar Fajri.

Pada kesempatan itu juga, Mentan SYL membagikan 10.000 benih pisang kultur jaringan yang terdiri dari empat varietas yaitu Kepok Tanjung, Ameh Pasaman, Raja Kinalun, dan Barangan.

Baca Juga : Bantu Peternak Layer, Kementan Fasilitasi Distribusi Jagung dari NTB ke Blitar dan Kendal

Pisang Kepok Tanjung, menurut Fadjri, merupakan salah satu inovasi Balitbangtan dengan keunggulan produksi tinggi, serta dapat mengatasi penyakit layu bakteri.

"Pisang ini juga berpotensi besar untuk diekspor produk olahannya ke mancanegara. Terutama Jepang," ujar Fadjri.

Mentan berharap bantuan yang diberikan menjadi stimulan untuk menjadikan Solok sebagai daerah penyumbang sumber pangan.

Baca Juga : Mentan SYL: Karantina Pertanian Mengawal Keamanan Pangan Masyarakat

"Saya ingin lihat ke depan, ada kawasan khusus pengembangan pisang, satu kawasan khusus mangga dan lainnya. Oleh karena itu, Solok harus bekerja sama dengan pihak lain. Bangun korporasi. Kementan selalu siap back up," ungkapnya.

#kementan