Senin, 01 Maret 2021 14:40

Dukung Pemecatan Kader Pembelot, Ketua Demokrat Makassar: Kami Bukan Partai Kaleng-Kaleng

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ketua DPC Partai Demorat Makassar, Adi Rasyid Ali.
Ketua DPC Partai Demorat Makassar, Adi Rasyid Ali.

Adi Rasyid Ali mengatakan, keputusan Agus Harimurti Yudhoyono merupakan langkah yang tepat dalam menyelamatkan partai dari kepentingan orang luar untuk menggoyang kepemimpinan partai.

RAKYATKU.COM - Arah sikap Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), pascaupaya kudeta terjawab. Sebanyak tujuh orang kader Partai Demokrat yang dianggap membelot telah diberhentikan secara tidak hormat.

Keputusan inipun mendapat dukungan dari kader-kader partai itu di tingkat daerah. Seperti Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat Makassar yang menyatakan dukungan penuh pemecatan yang dipandang sebagai upaya untuk menyelamatkan partai.

Ketua DPC Partai Demorat Makassar, Adi Rasyid Ali, mendukung penuh langkah AHY terkait pemecatan tujuh orang kader pembelot.

Baca Juga : Survei Capres IPO: Ganjar Kian Dekati Anies, AHY dan Sandiaga Uno Ungguli Prabowo

ARA, sapaan akrabnya, mengatakan keputusan AHY merupakan langkah yang tepat dalam menyelamatkan partai dari kepentingan orang luar untuk menggoyang kepemimpinan partai yang sah melalui Kongres Luar Biasa (KLB).

"Kami di Makassar mendukung langkah pemecatan yang dilakukan oleh Pak Ketua AHY. Partai Demokrat harus steril dari orang-orang yang mencari keuntungan dari pihak luar,” kata ARA, Senin (1/3/2021).

 

ARA yang saat ini menduduki jabatan strategis di DPRD Kota Makassar sebagai Wakil Ketua berharap, polemik ini menjadi bagi loncatan untuk membuat Demokrat lebih solid.

Baca Juga : Menkumham Tolak Kepengurusan Moeldoko, Demokrat Sulsel Buka Pintu Tobat

Dia juga mengatakan, sangat mungkin kader-kader pembelot bisa menyusup pada acara-acara resmi partai Demokrat seperti Musyawarah Daerah (Musda).

“Ini bisa menjadi momentum Pak Ketum untuk melakukan konsolidasi ke daerah-daerah yang akan membuat Demokrat semakin solid. DPP dan semua jajaran juga perlu waspada, Musda juga rentan disusupi oleh mereka," tambahnya.

ARA mengatakan pihak-pihak yang selama ini banyak berkoar-koar karena ingin mengambil kepentingan pribadi dari partai Demokrat. Namun, dia menyebut, kader Demokrat solid melawan upaya-upaya yang ingin menganggu.

Baca Juga : Setelah Kudeta, Tujuh Mantan Kader Demokrat Gugat AHY

"Kader satu suara untuk melawan. Mereka berkoar aja supaya bisa dapat keuntungan pribadi. Ada juga yang dijadikan ini mainan," tambah ARA yang juga Ketua Pertina Sulsel.

Dengan upaya kudeta yang terjadi di partai Demokrat, ARA menegaskan Demokrat tidak seperti partai lain yang bisa dipola menjadi dua bagian kepemimpinan atau dualisme. Makanya, upaya-upaya untuk menggembosi Demokrat dianggap hal yang tidak tepat.

"Sebuah halusinasi, apakah otak mereka terpapar COVID. Partai Demokrat bukan partai kaleng-kaleng yang bisa dibikin menjadi dualisme," sebut ARA.

Penulis : Syukur
#Partai Demokrat #Partai Demokrat Makassar #Adi Rasyid Ali