RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Seorang bayi pengungsi gempa bumi Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene akhirnya tiba di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo (RSWS) Makassar, Ahad (14/2/2021).
Bayi ini merupakan putra pasangan suami istri Jasman dan Ratna. Mereka pengungsi korban gempa asal Desa Bambangan, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.
Bayi lelaki itu masih berusia empat hari atau tepatnya dilahirkan pada 10 Februari 2021 di Puskesmas Malunda. Kondisi bayi yang belum diberikan nama itu, lahir dengan kelainan tanpa lubang anus.
Baca Juga : Gubernur Andi Sudirman Sulaiman Sambut Kedatangan Menteri Pertahanan RI
Rujukan ke rumah sakit Makassar sempat terkendala karena kondisi kemampuan ekonomi keluarga. Hal itupun sampai diketahui oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman.
Atas bantuan Wagub Sulsel yang memfasilitasi, sang bayi bersama keluarganya segera dirujuk dan mendapatkan penanganan lebih lanjut di RS Wahidin Sudirohusodo Makassar. Tidak hanya itu, turut beberapa relawan yang mendampingi keluarga Ratna.
Respons cepat Andi Sudirman pun diakui oleh Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Majene, Patmawati.
Baca Juga : Gerakan Pangan Murah Sulsel Diapresiasi Badan Pangan Nasional
Istri almarhum mantan Bupati Majene, Fahmi Massiara itu, mengatakan, "Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Wagub Sulsel, juga kepada seluruh donatur yang telah berkontribusi untuk perawatan sang bayi."
Wagub Sulsel pun mengutuskan timnya untuk mendampingi dan monitor kondisi bayi Ratna yang tengah mendapatkan perawatan medis di RS Wahidin Sudirohusodo Makassar.
"Saya sudah komunikasi bersama Direktur RS Wahidin, beliau sangat responsif dalam pelayanan urgen. Karena ini emergency, sudah empat hari lahir dan butuh penanganan intensif," katanya.
Baca Juga : Lebaran Idul Fitri 2025 Gubernur Sulsel Tidak Adakan Open House
Meski bayi itu merupakan warga Sulbar, kata dia, Pemprov Sulsel tentunya siap menerima dan memberikan pelayanan kesehatan yang baik.
"Kami tahu bayi ini bukan dari Sulsel, tapi Sulbar. Tapi, emergency tidak mengenal batas wilayah, apalagi wilayah korban gempa. Kita selalu siap untuk yang terbaik," tegasnya.