Sabtu, 06 Februari 2021 18:07
Mohammad Ramdhan Pomanto dan Fatmawati Rusdi.
Editor : Nur Hidayat Said

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Tim transisi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar terpilih, Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) tengan menyusun timeline program strategis.

 

Hal ini bertujuan agar visi misi Danny-Fatma dan dilaksanakan secara lebih terukur dan terencana. "Tim transisi ingin apa yang telah dijanjikan oleh Danny-Fatma bukan sekadar janji politik asal-asalan, tapi harus dapat direalisasikan dalam masa jabatan yang akan dijalani," ujar juru bicara tim transisi Danny-Fatma, Henny Handayani, Sabtu (6/2/2021).

Menurut Henny, banyak program strategis Danny-Fatma yang dinilai butuh perhatian khusus oleh segenap organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Makassar.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Apresiasi Haters dalam Pengawalan Pemerintahan ADAMA

Olehnya itu, beberapa program diprioritaskan untuk disegerakan pelaksanaannya. Salah satu adalah program penanganan pandemi COVID-19 dan reformasi birokrasi.

 

"Kedua agenda ini membutuhkan gerak cepat, tidak ada kata menunggu lagi, harus segera dieksekusi," tambah Henny.

Henny menambahkan, agar jelas arah kerja dalam mewujudkan visi Danny-Fatma dalam mewujudkan Makassar sebagai kota dunia yang sombere and smart city dengan imunitas tinggi, perlu penyusunan tahapan waktu (timeline) untuk tiap program strategis.

Baca Juga : Ini Tujuh Alasan Tim Transisi DP-Fatma Usulkan Lelang Jabatan Diulang

Timeline program yang telah disusun tim transisi akan menjadi rujukan bagi OPD terkait. Timeline itu disusun secara lebih rinci dengan mengurai turunan teknis dari 24 program Danny-Fatma.

Juga memilah program-program yang bersifat jangka pendek dan berkelanjutan. Beberapa program ditarget harus tuntas selama periode kepemimpinan Danny-Fatma.

"Sudah ditentukan masing-masing timing untuk 24 program strategis Danny-Fatma. Ada yang di-setting untuk tahun pertama, kedua, dan seterusnya. Intinya, semua harus on the track agar target bisa dicapai," beber Henny.

Baca Juga : Isi Akhir Pekan di Pagi Hari, Danny-Fatma Kompak Gowes hingga Bantimurung

Segenap OPD di lingkup Pemkot Makassar diharapkan mampu berakselerasi dengan wali kota terpilih agar agenda kerja bisa berjalan secara maksimal.

"Tidak ada lagi tumpang tindih kewenangan, tiap-tiap OPD harus memahami dan menguasai dengan baik tupoksinya. Betul-betul bekerja untuk kepentingan masyarakat," beber Henny.

Tim transisi, lanjut Henny, akan terus bekerja keras agar Kota Makassar dapat dirapikan kembali oleh Danny-Fatma setelah ditinggalkan Danny Pomanto sejak Mei 2019 lalu.

Baca Juga : Diwarnai Isak Tangis, Pidato Kerakyatan Danny-Fatma: Pilkada Sudah Lewat, Saatnya Bersatu Membangun Makassar

"Kita tahu, kondisi pembangunan Kota Makassar dan birokrasinya berantakan dalam dua tahun terakhir ini. Ini semua akibat perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” ujar Henny.

Hingga hari ini, tim Transisi yang dipimpin Yusran Yusuf masih terus fokus melakukan agenda-agenda kerja dalam mengawal visi misi dan program Danny-Fatma.

Tim transisi beranggotakan pakar, yakni Yusran Yusuf sebagai ketua dan anggota Amiruddin Ilmar, Anwar Ramli, Naida Nain, dan Iqbal Djalil.

Penulis : Yuniastika Datu