Rabu, 27 Januari 2021 11:53

Seperti Bola Berduri, Begini Penampakan Seram Virus Corona dalam Bentuk 3D

Fathul Khair Akmal
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Foto: Nanographics
Foto: Nanographics

Sebelumnya, para ilmuwan China berhasil mengekstraksi, memindai, dan mendigitalisasi partikel virus SARS-CoV-2 yang utuh dalam bentuk sampel.

RAKYATKU.COM - Makhluk yang membawa malapetaka ini, berukuran sangat kecil. Masuk dalam kategori mikroorganisme, yang tidak bisa dilihat mata telanjang.

Kalaupun bisa dilihat, orang-orang harus menggunakan alat bantu seperti mikroskop atau sekadar melihat ilustrasi yang dibuat peneliti berdasarkan data yang mereka peroleh. Jadi, seperti apa sebenarnya penampakan virus corona?

Berterimakasihlah kepada para peneliti di Austria, karena mereka berhasil mengambil gambar 3D wujud asli virus corona untuk pertama kalinya. Gambar di atas diambil dari virus corona SARS-CoV-2 asli dari sampel yang sudah dibekukan.

Baca Juga : 

Para peneliti berasal dari perusahaan Nanographics GmbH, Austria, yang bekerja sama dengan Vienna University of Technology dan peneliti di Tsinghua University, Beijing dikutip dari kumparan.

Sebelumnya, para ilmuwan China berhasil mengekstraksi, memindai, dan mendigitalisasi partikel virus SARS-CoV-2 yang utuh dalam bentuk sampel. Dalam prosesnya, para ilmuwan berhasil menjaga protein lonjakan sampel virus.

Pada gambar nanografik, sampel virus corona tampak saling bertumpuk, namun masing-masing virus dapat dilihat secara terpisah. Virus corona sendiri merupakan jenis virus selubung atau sampul (enveloped virus) yang dilindungi lapisan tersusun dari protein dan minyak yang dikenal sebagai lipid bilayer.

 

Lapisan protein tersebut mirip dengan duri mahkota. Duri-duri tersebut berguna dalam mengikat membran sel inang untuk mengaktifkan enzim furin.

Enzim furin banyak ditemukan dalam organ tubuh manusia seperti paru-paru, hati, dan usus kecil. Inilah yang membuat virus mudah menyerang organ-organ tersebut.

Virus corona punya sifat yang sensitif terhadap panas. Mereka akan mati jika terkena suhu 56 derajat Celcius dalam waktu 30 menit. SARS-CoV-2 juga membutuhkan inang sebagai tempat berkembang biak. Ia akan mati ketika berada di luar tubuh makhluk hidup dalam jangka waktu yang bervariatif, tergantung suhu atau tempat virus berada.

#Covid-19