Rabu, 27 Januari 2021 13:02

Jelang Pemakzulan Donald Trump, Anggota Kongres Dapat Ancaman Pembunuhan

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Donald Trump. (Foto: NBC News)
Donald Trump. (Foto: NBC News)

Jenis ancaman yang dilacak oleh aparat penegak hukum termasuk bervariasi, tetapi mirip dengan ancaman yang beredar menjelang pelantikan Joe Biden.

RAKYATKU.COM - Anggota Kongres Amerika Serikat menerima sejumlah ancaman pembunuhan menjelang sidang pemakzulan mantan presiden Donald Trump di Senat pada 8 Februari nanti.

Kabar tersebut disampaikan seorang pejabat AS yang berbicara secara anonim kepada Associated Press.

Dia mengatakan, aparat penegak hukum saat ini sedang memeriksa sejumlah ancaman yang ditujukan kepada anggota Kongres, termasuk obrolan di grup obrolan daring yang berisi rencana untuk membunuh atau menyerang legislator di luar Gedung Kongres Capitol Hill di Washington D.C.

Baca Juga : Percaya Vaksin COVID-19 Berbahaya, Pria Ini Bunuh Kakak, Kakak Ipar, dan Teman Ibunya

Pasca kerusuhan di Capitol dua pekan lalu, banyak pihak khawatir massa bersenjata akan kembali menyerang.

Hal tersebut mendorong Kepolisian Capitol beserta penegak hukum lainnya untuk mengerahkan ribuan pasukan Garda Nasional menjelang sidang pemakzulan Trump oleh Senat.

 

Sebelumnya, langkah pengamanan ketat juga telah diterapkan pada hari pelantikan Presiden Joe Biden, Rabu (20/1/2021).

Baca Juga : Satu Keluarga di Amerika Serikat Ubah Jenazah Menjadi Pupuk

Meskipun berlangsung lancar, ancaman yang diterima oleh anggota parlemen menjelang persidangan Trump menunjukkan adanya potensi bahaya berkelanjutan.

Sponsored by MGID

Jenis ancaman yang dilacak oleh aparat penegak hukum termasuk bervariasi, tetapi mirip dengan ancaman yang beredar menjelang pelantikan Biden.

Rencana itu dibagikan dalam grup obrolan, termasuk skenario untuk menyerang anggota Kongres selama perjalanan menuju dan dari kompleks Capitol selama persidangan.

Baca Juga : Tunjangan Pengangguran Tinggi, Pekerja di AS Enggan Bekerja Lagi

Trump tahun ini diadili karena dituduh menghasut massa pendukungnya untuk melakukan pemberontakan ke Gedung Capitol pada Rabu (6/1/2021).

Saat itu, ribuan pendukung Trump menyerbu Capitol untuk menggagalkan pengesahan kemenangan Biden dalam pemilihan presiden 2020. Kendati situasi sempat tidak terkendali, pengesahan tetap dilanjutkan pada hari itu juga.

Lebih dari 800 orang diyakini merangsek masuk ke Capitol dengan menerobos penjagaan polisi yang kewalahan.

Baca Juga : Dokumen Setebal 900 Halaman Bocor, AS yang Danai Penelitian Virus Corona di Lab Wuhan

Akibatnya lima orang dilaporkan tewas dalam bentrokan tersebut, termasuk seorang petugas polisi Capitol.

Sponsored by advertnative
 
#Amerika Serikat #Donald Trump