Rabu, 20 Januari 2021 21:10
Asep
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM,PAREPARE -- Dalam kepanikan, masih ada saja yang mengambil kesempatan. Montir yang baru sebulan bekerja di Mamuju ini kehilangan uang Rp450 ribu.

 

Asep namanya. Berusia 37 tahun. Pria asal Sukabumi, Jawa Barat. Sebulan lalu dia merantau ke Sulawesi Barat. Dia bekerja sebagai montir di salah satu bengkel sepeda motor.

Bengkel itu di dekat pasar lama Mamuju. Di ibu kota Provinsi Sulawesi Barat itu, Asep indekos. Menyewa satu kamar. Pada Jumat dini hari itu, plafon kamarnya ambruk akibat guncangan gempa.

Baca Juga : Gubernur Sulsel Bersama CSR Perusahaan Kirim Bantuan Rp1 Miliar untuk Gempar Sulbar

"Saat itu saya pasrah saja saat goncangan berlangsung kurang lebih 10 detik. Plafon kos ambruk dan menimpa tangan saya. Sementara lampu mati. Kamar kos saya di lantai dua. Setelah goncangan reda, saya baru turun ke bawah," terangnya saat ditemui di Parepare, Rabu (20/1/2021).

 

Asep mengaku bingung saat itu. Tidak tahu harus lari ke mana. "Pikiran saya, gimana nyari ketinggian aja. Ikut sama orang-orang. Jalan aja terus sampai dapat jalan poros," kenangnya.

Pada pagi hari, Asep berinisiatif kembali ke indekosnya. Bermaksud mengambil pakaian dan uang simpanan di bawah kasur.

Baca Juga : Rusak Akibat Gempa, Masjid Babul Jannah Majene Kembali Dibangun

"Pas nyari-nyari, bongkar kamar, uang saya sebesar Rp450 ribu udah nggak ada. Bingung masih ada orang yang memanfaatkan kesusahan begini ngejarah. Untungnya uang gaji saya sebagian sudah saya kirim ke istri saya di NTT. Saya juga sudah ngabarin istri tentang musibah ini," tuturnya.

Dalam keadaan bingung, Asep berinisiatif ke bengkel tempatnya bekerja. Meminjam sepeda motor milik bos.

"Sempat pinjam uang Rp100 ribu sama si bos. Si bos juga ngasih sepeda motor. Dipinjamkan. Terus nyari teman kerja dan akhirnya ikut ngungsi di sekitar area rujab bupati," lanjutnya.

Baca Juga : Dompet Dhuafa Kembali Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa Sulbar

Selama mengungsi tiga hari, uang pinjaman dari bos habis untuk beli bensin serta makanan berupa mi instan dan telur.

"Mau minta lagi sama bos, malu. Akhirnya saya ikut sama teman saja ke Parepare. Beruntung saya ada teman kerja yang peduli. Kalau nggak, saya juga tidak tahu nasib saya seperti apa," katanya dengan mata berkaca-kaca.

Meskipun trauma dengan gempa di Sulbar, Asep mengaku tetap akan kembali ke sana setelah kondisi Sulbar kembali normal.

Baca Juga : Asmo Sulsel dan Komunitas Motor Honda Salurkan Donasi kepada Korban Gempa Sulbar

"Kalau bengkelnya si bos sudah buka, ya saya ke sana lagi. Namanya juga kerja. Nyari hidup di sana. Ada istri dan dua anak yang mesti saya nafkahi," tutupnya.

Kini Asep menumpang di rumah warga di Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat, Parepare.

Penulis : Hasrul Nawir