Sabtu, 05 Desember 2020 22:51
Mohammad Ramadhan Pomanto berinteraksi dengan salah seorang warga.
Editor : Nur Hidayat Said

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Tensi politik Makassar makin menghangat jelang pencoblosan. Upaya kubu tertentu mulai menghalalkan segala cara, makin tampak. Termasuk dugaan menjalankan skenario membuat kekacauan.

 

Ini menyusul dengan makin melejitnya elektabilitas Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma). Pasangan nomor urut 1 ini unggul jauh dari para rivalnya. Sehingga bisa saja ada kubu yang tak siap kalah, sehingga berusaha memaksakan kehendak.

Sebab jika mengacu pada data survei yang selisihnya tergolong jauh antara Danny-Fatma dengan para rivalnya, maka tanpa mendahului kehendak Tuhan, hanya kecurangan yang bisa mengalahkan ADAMA’.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Apresiasi Haters dalam Pengawalan Pemerintahan ADAMA

Besar kemungkinan, pihak yang tak siap kalah, berusaha memanfaatkan momentum di sisa waktu ini untuk menyerang Danny. Tanda-tanda itupun tampak terlihat dengan pemaksaan mengapitalisasi rekaman suara Danny yang beredar.

 

Padahal, jika berpikiran jernih tanpa ada kepentingan politik di dalamnya, maka rekaman suara Danny tersebut sama sekali tak ada salahnya. Sebab, Danny hanya menyampaikan analisisnya mengenai perkembangan isu nasional.

Pernyataan Danny yang dimanfaatkan kubu lawan kalau seolah-olah melakukan fitnah ke Jusuf Kalla pun, justru itu sudah disampaikan elite politik di Jakarta. Jadi Danny pada posisi ini, hanya mengutip apa yang menjadi pembahasan di tingkat pusat.

Baca Juga : Isi Akhir Pekan di Pagi Hari, Danny-Fatma Kompak Gowes hingga Bantimurung

Meski demikian, sangat kentara ada pihak yang ingin memanfaatkan rekaman suara Danny yang beredar itu. Tujuannya diduga mencoba menjatuhkan elektabilitas Danny di sisa waktu yang ada. Bahkan terkesan ada yang berusaha memobilisasi massa.

Salah satu indikasinya, setelah ini beredar, ada kelompok tertentu yang melakukan aksi unjuk rasa. Nama lembaganya pun terkesan dadakan dibuat mengatasnamakan suku. Sangat jelas berusaha menggiring isu ini.

Anehnya langsung mendesak untuk memaksa aparat menangkap Danny. Termasuk mengancam mengerahkan massa lebih banyak lagi.

Baca Juga : Diwarnai Isak Tangis, Pidato Kerakyatan Danny-Fatma: Pilkada Sudah Lewat, Saatnya Bersatu Membangun Makassar

Melihat ke belakang, bukan kali ini saja Danny Pomanto menjadi target lawan politiknya. Sudah menjadi rahasia umum bahkan ada kubu tertentu yang tidak ingin Wali Kota Makassar periode 2014-2019 itu kembali memimpin ibu kota Sulsel.

Meski demikian, dari rentetan itu, warga justru makin simpati ke Danny. Pasalnya, Danny memang merupakan pemimpin yang tak mau berkompromi dengan pengusaha yang suka menunggak pajak, apalagi berusaha ingin menguasai fasilitas umum dan fasilitas sosial.

“Dari dulu kita sudah tahu kalau Danny memang tidak disuka sama pihak yang hanya ingin mencari keuntungan dari rakyat. Itulah sebabnya, kenapa rakyat sangat percaya sama Pak Danny,” kata penggiat demokrasi, Zulkifili, Sabtu (5/12/2020).

Baca Juga : Diiringi Lagu Nasional "Syukur", Danny-Fatma Resmi Jadi Wali Kota dan Wakil Wakil Kota Makassar

Menurutnya, jangan karena nafsu politik, sehingga warga Makassar ingin dikorbankan. Apalagi jika benar ada yang mau berbuat kekacauan karena tidak siap kalah.

“Jangan gunakan cara-cara seperti itu. Warga Makassar itu tidak suka di patolo-toloi. Dan semakin memaksakan kehendak, maka rakyat akan semakin simpati ke Danny-Fatma,” kata alumnus salah satu perguruan tinggi di Makassar ini. (rls)