Jumat, 04 Desember 2020 12:08
Editor : Alief Sappewali

JAKARTA - Calon wali kota Makassar, Munafri Arifuddin menjelaskan alasan tidak beroperasinya wisma isolasi mandiri Appi-Rahman.

 

Appi mengatakan, segala persyaratan seperti administrasi dan infrastruktur, sudah dimiliki wisma isolasi mandiri tersebut. Hanya saja, terganjal di perizinan dan rekomendasi dari Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

"Wisma (Wisma Isolasi Mandiri Appi-Rahman) itu seluruh persuratan sudah lengkap. Kami sudah kirim ke gugus tugas tapi tidak direspons. Semuanya sudah masuk. Kami telah membayar wisma ini. Kontraknya Rp400 juta. Tapi tidak diberi kesempatan. Maka kami lakukan hal lain,” jelas Appi, dalam debat publik ketiga Pilwalkot Makassar 2020 di MNC Tower, Jakarta, Jumat pagi (4/12/2020).

Baca Juga : Sudah Komitmen, Appi-Rahman Lanjutkan Perjuangan Tangani Covid-19 di Kota Makassar

Seperti diketahui, Wisma Isolasi Mandiri Appi-Rahman dilaunching 12 September lalu. Sebagai komitmen pasangan calon (paslon) calon wali kota dan wakil wali kota Makassar, Munafri Arifuddin-Rahman Bando (Appi-Rahman) dalam menangani pandemi Covid-19. Diwujudkan dengan menyediakan fasilitas isolasi mandiri bagi warga Makassar yang terjangkit virus ini.

 

Wisma Isolasi Mandiri Appi-Rahman adalah hotel berlantai empat dengan 33 kamar, yang disulap menjadi pusat perawatan penderita Covid-19. Fasilitas yang disiapkan semuanya tanpa dipungut biaya alias gratis. Mulai dari pengobatan, perawatan hingga tiga kali makan sehari.

Rencananya, pasien dirawat hingga benar-benar sembuh. Akan dilibatkan secara bergantian ratusan dokter dan mahasiswa kedokteran yang tergabung dalam relawan Appi-Rahman. Juga disediakan psikolog.

Baca Juga : Akui Kemenangan Rival dengan Kepala Tegak, Appi-Rahman Tuai Pujian

“Kami tidak main-main dengan penanganan Covid-19 ini. Kami lakukan hal lain. Seperti membagikan masker. Sampai sekarang sudah 4 juta masker yang kami bagikan. Masker yang sesuai standar WHO. Kami juga punya Duta Sehat,” jelas Appi lagi.