Jumat, 04 Desember 2020 11:29
Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman).
Editor : Nur Hidayat Said

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Penanganan pandemi Covid-19 jadi salah satu bahasan utama pada debat putaran ketiga Pilkada Makassar 2020 yang berlangsung di Jakarta, Jumat (4/12/2020) pagi.

 

Pasangan nomor urut 2 Pilkada Makassar, Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman), “berkoar-koar” pamer terkait upaya dan bantuannya. Namun, pada satu momen kena "skak mat" saat ditanya oleh Fadli Ananda terkait program wisma isolasi mandirinya yang ternyata mangkrak atau tidak berjalan.

"Kami salah satu pasangan calon yang mungkin begitu peduli yang namanya Covid di Makassar. Kami punya Duta Sehat yang membagikan 4 juta masker. Ini untuk menangani penularan Covid," kata Appi membanggakan dirinya dalam menjawab pertanyaan dari panelis.

Baca Juga : Danny-Fatma Resmi Ditetapkan Sebagai Pemenang Pilkada Makassar

Penyampaian dari Appi lalu ditanggapi oleh kandidat lain. Salah satunya calon wakil wali kota nomor urut 3, Fadli Ananda, yang mengingatkan pasangan Appi-Rahman yang seperti dengan sengaja melewatkan penjelasan mengenai programnya yang tidak berjalan.

 

“Mungkin pasangan nomor 2 program lupa salah satu programnya, wisma sehat yang terputus. Saya mau tahu kenapa terputus?" tanya Fadli.

Dalam kesempatan menjawab pertanyaan kandidat lain, Appi-Rahman lagi-lagi mengklaim bahwa merekalah yang paling komitmen menangani Covid-19 di Kota Makassar. Namun, ia tak bisa mengelak mengenai program wisma isolasi mandirinya yang tidak berjalan.

Baca Juga : Hindari Kerumunan di Masa Pandemi, Danny Minta Tim dan Relawan Tak Usah ke Lokasi Penetapan

"Terkait pertanyaan mengenai wisma isolasi mandiri, kami bersurat kepada Ketua Gugus Covid, tetapi ini tidak direspons oleh Pemerintah Kota Makassar dalam hal ini Dinas Kesehatan," ucap Appi yang terkesan menyudutkan tim gugus dan Pemkot Makassar

Appi juga mengklaim telah membayar lokasi yang akan dijadikan lokasi sebagai wisma isolasi mandiri. "Kami telah membayar wisma ini. Kontraknya Rp400 juta, tetapi kami tidak diberi kesempatan untuk membuka sehingga kami melakukan hal lain," tambah Appi.

Fakta di lapangan, program alias fasilitas yang dinamai "Wisma Isolasi Mandiri Appi-Rahman" dan berlokasi di Jalan Pandang Raya, Kecamatan Panakkukang, memang tidak pernah beroperasi. Hanya sempat ada acara seremonial yang kemudian tak jelas rimbanya.

Baca Juga : 23 Januari, KPU Makassar Agendakan Penetapan Danny-Fatma

Wisma Isolasi Mandiri Appi-Rahman ini, sesuai rencana awal sebenarnya akan mengalihfungsikan salah satu hotel di sana, Hotel Andra. Hotel ini berlantai empat dan punya 33 kamar. Namun, hingga kini Hotel Andra beroperasi layaknya hotel, bukan wisma isolasi untuk pasien Covid-19.

Pengakuan dari pihak hotel juga bertolak belakang dengan klaim Appi yang sudah melakukan pembayaran kontrak. Faktanya seperti yang muncul dipemberitaan, pihak Appi-Rahman tidak pernah melakukan itu.

Program wisma isolasi mandiri ini begitu heboh saat diresmikan. Berulang kali dimunculkan melalui rilis timnya di media-media. Malah dipasangkan spanduk berukuran besar dan foto-fotonya tersebar di media sosial.

Baca Juga : Ketimbang 2013 dan 2018, Persentase Partisipasi Pemilih pada Pilwali Makassar 2020 Lebih Baik

Jika alasan Appi tidak mendapat izin, pertanyaannya kenapa berani melakukan peresmian dan memasang spanduk wisma isolasi. Jangan-jangan hanya memanfaatkan kepentingan publikasi untuk pencitraan semata?