Kamis, 03 Desember 2020 23:03
Foto: Reuters.
Editor : Nur Hidayat Said

RAKYATKU.COM - Perampok bersenjata lengkap dilaporkan merampok bank di kota Cameta, negara bagian Para, Brasil pada Selasa (1/12/2020) waktu setempat.

 

Dua orang terkena tembakan, termasuk satu sandera yang tewas. Beberapa orang lainnya mendapat perawatan di rumah sakit karena menderita luka di bagian kaki.

Sekretariat keamanan publik Para dalam sebuah pernyataan melaporkan, lebih dari 20 penjahat dengan senapan menyerbu kantor cabang Bank of Brazil yang dikelola di kota di wilayah Amazon.

Baca Juga : Presiden Brasil Menduga Perusuh Dibantu Orang Dalam Istana

Bank of Brazil dalam pernyatannya mengatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan bersama polisi dan belum mulai mengevaluasi kerusakan struktural pada kantor cabangnya.

 

Gambar yang diterbitkan oleh media daring G1 menunjukkan pecahan kaca berhamburan di lantai.

Pasukan taktis dan polisi dari daerah lain telah dikerahkan untuk membantu polisi Cameta. Pihak berwenang menemukan truk serta perangkat peledak yang ditinggalkan penjahat.

Baca Juga : Selamat Jalan Legenda Pele, Beristirahatlah Dalam Damai

Wali Kota Cameta, Waldoli Valente menyampaikan rasa belasungkawa untuk korban di akun Facebook pribadinya.

"Kota kami selalu damai dan saya meminta semua orang untuk tinggal di rumah," ucapnya dalam unggahan Facebook pada Rabu (2/12/2020).

Dilansir Associated Press, baik pihak bank maupun pejabat setempat tidak mengatakan berapa banyak uang yang mungkin telah dicuri.

Baca Juga : Zidane Jadi Kandidat Pelatih Brasil Gantikan Tite

Video yang beredar di media sosial menunjukkan sekitar puluhan sandera dibawa pergi dari alun-alun Cameta, tak lama terdengar suara tembakan di malam hari. Media lokal melaporkan bahwa kantor polisi militer turut diserang.

"Mereka berkeliling menembaki polisi dan di rumah-rumah. Itu adalah pemandangan yang mengerikan untuk dilihat," kata penduduk setempat, Junior Gaia dalam wawancara dengan jaringan televisi Globo News.

"Kami semua berbaring di lantai, takut mereka akan menyerbu rumah-rumah," tambahnya.