Sabtu, 28 November 2020 11:02

Kasus Positif Covid-19 di Barru Bertambah, Satgas Imbau Warga Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Koordinator Sekretariat Satgas Covid-19, Darwis Maes.
Koordinator Sekretariat Satgas Covid-19, Darwis Maes.

Belajar dari pengalaman langsung para penyintas Covid-19, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami dan waspada.

RAKYATKU.COM,BARRU - Memasuki hari ke-249, kasus positif Covid-19 di Barru bertambah lima orang. Satu di antaranya simtomatik atau bergejala. Sisanya asimptomatik atau tanpa gejala.

Hingga saat ini, akumulasi pasien positif Covid-19 di Barru mencapai 93 kasus. Sementara kasus sembuh yaitu 84 pasien. Sedangkan yang masih aktif 5 kasus.

Koordinator Sekretariat Satgas Covid-19, Darwis Maes mengimbau masyarakat Barru untuk tetap menjaga pola hidup sehat dan mematuhi protokol Covid-19.

Baca Juga : 

"Untuk kebaikan bersama, mari kita bersama-sama sadar untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 dengan menaati protokol kesehatan Covid-19 seperti menggunakan masker, aktif cuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan orang banyak," imbau Darwis, Sabtu (28/11/2020).

Dengan menerapkan protokol kesehatan, masyarakat bisa terlindung dari wabah virus mematikan tersebut.

Jika belajar dari pengalaman langsung para penyintas Covid-19, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami dan waspada.

 

Orang-orang yang pernah menderita Covid-19, menceritakan bagaimana masa-masa sulit melewati Covid-19, dan sembuh dengan pola makan dengan asupan makanan tinggi kalori dan tinggi protein. Pola itu merupakan treatment yang dianjurkan saat terkena Covid-19. Ini berguna untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Sesuai rilis KPCPEN, salah satu penyintas tanpa gejala demam, Twindy Rarasati mengaku tiba-tiba mengalami gejala sesak napas. Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, dia dinyatakan positif Covid-19.

“Awalnya, saya langsung sesak napas. Sakit kepala, kelelahan, hilangnya indera penciuman dan pengecapan. Tapi saya tidak mengalami demam atau batuk,” jelasnya.

Hal ini diceritakan Twindy yang berprofesi sebagai dokter dalam dialog produktif dengan tema "Vaksin sebagai Perencanaan Preventif Kesehatan" yang diselenggarakan di Media Center Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin (23/11/2020).

Menurutnya, ada banyak sekali gejala yang dapat timbul ketika terinfeksi virus corona. Karena itu penting untuk selalu memperhatikan perubahan yang terjadi pada tubuh.

“Saya sempat dirawat di rumah sakit selama dua minggu dan lanjut isolasi mandiri dua minggu lagi. Baru kemudian dinyatakan sembuh dan bisa kembali bekerja,” jelasnya.

Diceritakan Twindy, selama proses recovery, indera perasa dan penciuman pelan-pelan berangsur pulih setelah empat atau lima hari dia kehilangan dua kemampuan indera tersebut.

“Mengatur pola makan dengan asupan makanan tinggi kalori, tinggi protein sebagai usaha meningkatkan imunitas,” ujarnya menjelaskan treatment yang dilakukan sepanjang proses pemulihan.

Karena berprofesi sebagai dokter dan berada di garda terdepan, Twindy sadar bahwa risiko tertular lebih besar. Untuk mencegah risiko penularan, Twindy melakukan mitigasi terlebih dahulu.

“Saya sudah menerapkan protokol kesehatan di rumah. Ada ruangan terpisah dan sudah ada alurnya. Aktivitas makan juga tidak dapat dilakukan bersama untuk mengurangi risiko tertularnya anggota keluarga lainnya,” tuturnya.

Berdasarkan pengalamannya sebagai penyintas, Twindy mengungkapkan bahwa protokol kesehatan harus sebaik-baiknya dilakukan.

“Tanggung jawab menjalankan protokol kesehatan ada di diri kita sendiri dan jangan lupa untuk terus update ilmu agar bisa tahu apa yang harus dilakukan. Bagi yang sekarang, terus berjuang melawan Covid-19 dan tetap semangat. Kita bisa bangkit dan overcome,” tutupnya.

 

Penulis : Achmad Afandy
#Satgas Covid-19 #barru