Rabu, 25 November 2020 09:20
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM,JAKARTA - Performa pasangan Danny Pomanto-Fatmawati Rusdi di debat publik 2 Pilwali Makassar 2020, tak begitu impresif.

 

Pada segmen pertama, calon wakil Danny, Fatmawati malah berkali-kali salah dalam pengucapan. Pada kata "digitalisasi".

Momen itu terjadi saat Fatma diminta moderator menanggapi komitmen paslon nomor urut 2, Munafri Arifuddin-Rahman bando (Appi-Rahman) menghadirkan pemerintahan transparan berbasis IT atau teknologi.

Baca Juga : Sudah Komitmen, Appi-Rahman Lanjutkan Perjuangan Tangani Covid-19 di Kota Makassar

Bukannya menanggapi, Fatma justru memanfaatkan sesi ini untuk menyampaikan program digitalisasi kinerja pemerintahannya, yang kemudian malah belepotan dalam penyebutannya. Akibatnya, tanggapan Fatma ini direspons cuek Rahman.

 

"Apa yang disampaikan Ibu Fatma tadi saya tidak bisa menarik dengan jelas apa yang dipertanyakan. Bukan diligitasi Bu, tapi digitalisasi," timpal Rahman mengoreksi.

Sesaat sebelumnya, Rahman menegaskan komitmen Appi-Rahman menghadirkan pemerintahan bersih, berbasis teknologi agar terhindar dari korupsi.

Baca Juga : Akui Kemenangan Rival dengan Kepala Tegak, Appi-Rahman Tuai Pujian

"Untuk pengelolaan birokrasi yang baik, tentu kita akan melakukan transparansi seleksi ASN di Kota Makassar, menerapkan e-Budgeting dan e-Learning yang terkoneksi dengan Bappenas bahkan KPK. Transparansi pengadaan barang dan jasa, kita lakukan secara elektronik yang bisa diakses semua pihak," papar Rahman.

"Tidak boleh secara manual. E-Catalog jadi kunci sukses keterbukaan dan transparansi untuk menghindari korupsi," sambungnya.

Rahman melanjutkan, memang kondisi IT yang dimiliki Pemkot Makassar masih harus dibenahi total.

Baca Juga : Sudah Sempat Crossing, RTK Ungkap Penyebab Appi-Rahman Kalah Atas Danny-Fatma Versi Quick Count

"Dulu Makassar coba membuat aplikasi. Sampai 1 Agustus 2020 tidak bisa berjalan baik. Kami bertekad membenahi total," tegas Rahman.