Minggu, 22 November 2020 17:51
Mohammad Ramdhan Pomanto dan Fatmawati Rusdi.
Editor : Nur Hidayat Said

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pasangan Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) siap tampil dalam debat publik kedua Pilkada Makassar di Jakarta, pada Selasa malam (24/11/2020).

 

Tema debat mengusung tentang reformasi birokrasi, pelayanan publik, penataan kawasan perkotaan, dan ekonomi.

Menurut Rektor Universitas Patria Artha Makassar, Bastian Lubis, tema debat sangat “klik" dengan pasangan berakronim ADAMA' (akronim Danny-Fatma). Hal ini tentu akan akan jadi panggung pemaparan prestasi dan gagasan Danny-Fatma.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Apresiasi Haters dalam Pengawalan Pemerintahan ADAMA

Bastian sebagai ahli bidang keuangan negara, lebih fokus mengomentari tema debat mengenai ekonomi. Menurutnya, tema ini akan sepenuhnya menjadi panggung Danny Pomanto dengan melihat kinerjanya saat menjadi wali kota Makassar periode 2014-2019 lalu.

 

"Pak Danny tidak bisa dimungkiri merupakan salah satu kepala daerah yang terbaik menurut pada RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) yang dibuatnya selama memimpin Makassar," kata Bastian kepada awak media, Ahad (22/11/2020).

Bastian mengatakan, saat debat nanti publik harus kritis dan memahami betul apa yang menjadi gagasan dari tiap kandidat. Jangan sampai, kata dia, apa yang disampaikan hanyalah rencana omong kosong dan tidak masuk akal.

Baca Juga : Isi Akhir Pekan di Pagi Hari, Danny-Fatma Kompak Gowes hingga Bantimurung

"Kita mengukur seseorang itu ada landasan aturannya. Pada waktu pertama visi misinya dia ungkapkan, terus dimasukkan ke RPJMD, di situ kita lihat persentasenya tercapai atau tidak. Kalau Pak Danny itu, kan, sudah ada bukti. RPJMD-nya itu 94 persen tercapai. Publik harus tahu itu," beber Bastian.

Hal itupun telah dibuktikan setelah Pemerintah Kota Makassar mendapatkan Parasamya Purnakarya Nugraha. Ini adalah penghargaan yang diberikan kepada daerah yang menunjukkan hasil karya tertinggi pelaksanaan pembangunan lima tahun dalam rangka meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat.

"Itu (Parasamya Purnakarya Nugraha) 881 indikator, loh. Lebih gampang raih Piala Adipura. Pak Nurdin Abdullah aja di Kabupaten Bantaeng tidak dapat dua periode. Pak Danny satu periode bisa dapat, itu luar biasa," tuturnya.

Baca Juga : Diwarnai Isak Tangis, Pidato Kerakyatan Danny-Fatma: Pilkada Sudah Lewat, Saatnya Bersatu Membangun Makassar

Bukti lainnya, di masa kepemimpinan Danny, tren pertumbuhan ekonomi Kota Makassar terus meningkat drastis. Bahkan, pertumbuhan ekonomi mencapai 8,23 persen, mengalahkan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang ada di 7,07 persen.