Selasa, 27 Oktober 2020 17:24
Editor : Redaksi

MAKASSAR - Memang beda! Begitulah gambaran dalam menilai jalannya debat kandidat perdana calon bupati dan wakil bupati Barru yang digelar di Makassar, Selasa (27/10/2020).

 

Pasangan Suardi Saleh-Aska Mappe, nampak begitu menguasai materi. Pemaparannya juga sangat tenang, fokus dan terarah. Semua berdasar dari visi-misinya, serta karya nyata kepemimpinannya di Barru selama empat tahun terakhir.

Saat sesi tanya-jawab antar kandidat misalnya, Suardi Saleh begitu melahap pertanyaan maupun sindiran dari rivalnya. Seperti ketika Malkan Amin menyebut jika sektor pariwisata belum terkelola baik. Infrastrukturnya dianggap terkesan kurang diperhatikan.

Baca Juga : Diperiksa DKPP soal Dugaan Pelanggaran Kode Etik, Berikut Jawaban Ketua KPU Kabupaten Barru

Tanpa terpancing dengan nada tinggi atau emosi, Suardi Saleh mengurai jika perhatian sektor pariwisata kini semakin digenjot di kepemimpinannya. Salah satu buktinya di kawasan Lappalaona, pemerintah sudah membangun infrastruktur jalan hingga delapan kilometer menuju tempat pariwisata tersebut. Termasuk fasilitas pendukung lainnya.

 

“Dan alhamdulilah, Lappalaona itu sudah menjadi tujuan pariwisata saat ini. Hampir setiap saat ramai disana,” terang Suardi Saleh, sambil menyapa Malkan Amin sebagai kakanda.

Begitu juga ketika dipancing mengenai hambatan di Barru, Suardi Saleh lagi-lagi memberi jawaban telak. Menurutnya, mengukur keberhasilan pemerintah dan pejabat, itu harus melalui berbagai indikator. Seperti di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Baca Juga : Sah! KPU Umumkan Suardi-Aska Pemenang Pilkada Barru, Unggul di 6 Kecamatan

“Kita harus nilai dari situ. Dan alhamdulillah, indikator-indikatornya sangat bagus. Mulai Indeks Pembangunan Manusia 70,6% yang masuk kategori tinggi di Sulsel, dan pertumbuhan ekonomi (sebelum pandemi Covid), itu di angka di atas pertumbuhan ekonomi provinsi dan nasional,” urai Suardi
Saleh berdasar data resmi.

Pun tentang indikator sosial-ekonomi, Barru juga berada di posisi tengah. Artinya, kabupaten berjuluk Kota Hibridah ini tidak nampak ada kesenjangan yang lebih tinggi dibanding beberapa daerah lainnya.

Dalam debat yang berlangsung selama empat sesi yang disiarkan salah satu stasiun televisi swasta, Suardi Saleh dan Aska juga menunjukkan kekompakannya. Mereka selalu berbagi waktu saat menyampaikan pemaparan, serta sangat paham betul dengan solusi untuk menjadikan Barru Maju dan Sejahtera.

Baca Juga : Suardi Saleh-Aska Makin Menjauh Hasil Real Count KPU Barru

Aska yang memang punya pengalaman kepemimpinan sebagai polisi, juga terlihat tampil memukau dibanding para calon wakil bupati lainnya.

Penulis : Achmad Afandy