Selasa, 27 Oktober 2020 14:44
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM - Saat dunia direpotkan dengan obat Covid-19, warga Desa Pucak Maros justru bisa mendapatkannya di sekitar rumah.

 

Sudah lama warga menanam aneka tanaman yang bermanfaat sebagai obat. Hanya saja, selama ini belum memahami manfaat besar tanaman tersebut.

Datanglah dua dosen Fakultas Farmasi UMI Makassar, apt Selpida Handayani dan apt Wisdawati. Keduanya berbaur dengan warga Desa Pucak Maros untuk memberi penyuluhan tentang pentingnya tanaman obat keluarga (toga).

Baca Juga : PkM Dosen Farmasi UMI: Produksi Kerupuk Bawang Sehat Bergizi Berbahan Tepung Ampas Tahu

Bertajuk kegiatan pengabdian, penyuluhan ini didukung sepenuhnya Fakultas Farmasi dan Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) UMI Makassar.

 

Penyuluhan dan pelatihan diselenggarakan dihadiri Kepala Desa Pucak, Abdul Razak bersama 10 orang yang terdiri atas staf dan warga desa.

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai tanaman yang ada di Desa Pucak sebagai tanaman obat keluarga.

Baca Juga : Dosen Fakultas Farmasi UMI Buat Inovasi Kit Skoring

Kedua dosen itu melakukan penyuluhan sebagai upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif penyakit, serta cara penggunaannya.

Mereka juga membuat buklet toga. Mencantumkan tanaman yang mudah ditemukan di Desa Pucak sehingga membantu masyarakat dalam menggunakan obat tradisional yang berbasis hasil penelitian dalam menjaga daya tahan tubuh dari penyebaran virus Covid-19.

Dengan demikian, masyarakat Desa Pucak dapat memanfatkannya sebagai obat dan membuat apotek hidup di pekarangan masing-masing.

Baca Juga : PkM Dosen Farmasi UMI di SMP Ma’arif Makassar, Kenalkan Sediaan Farmasi dan Cara Penggunaannya Kepada Siswa

Kelompok sasaran pada kegiatan ini adalah pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA), remaja putri, ibu-ibu rumah tangga, ibu PKK, dan segenap warga Desa Pucak.

Tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai toga yakni jahe (Zingiberis officinalle), kunyit (Curcuma longa), temulawak (Curcuma zanthorrhiza), kencur (Kaempferia galanga), lengkuas (Alpinia galanga), sereh (Cymbopogon citratus), jeruk dan kulitnya (Citrus aurantifolia), jambu biji (Psidium guajava), serta kelor (Moringa oleifera).

Semua jenis tanaman ini sangat mudah didapatkan. Minimal akan membantu program pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan warga untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai penghasil obat-obat herbal.

Baca Juga : Dosen Farmasi UMI Latih Warga Desa Pucak Mengolah Bunga Telang Sebagai Serbuk Pewarna Makanan Alami

Warga juga dilatih mengolah tanaman obat tradisional menjadi sediaan herbal.