Kamis, 22 Oktober 2020 10:02

Masjid di Dua Kota Prancis Dijaga Ketat, Buntut Pemenggalan Guru Sejarah yang Perlihatkan Karikatur Nabi

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Bendera Prancis berkibar setengah tiang di Istana Elysee di Paris untuk menghormati guru sejarah yang terbunuh, Samuel Paty. (FOTO: AFP)
Bendera Prancis berkibar setengah tiang di Istana Elysee di Paris untuk menghormati guru sejarah yang terbunuh, Samuel Paty. (FOTO: AFP)

Penjagaan masjid tersebut untuk mengantisipasi ancaman atau tindakan kekerasan.

RAKYATKU.COM - Masjid di dua kota di Prancis mencekam. Muncul ujaran kebencian di Facebook menyusul pemenggalan seorang guru sejarah.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerald Darmanin meminta petugas keamanan menjaga masjid di kota Bordeaux dan Beziers di barat daya Prancis.

Penjagaan masjid tersebut untuk mengantisipasi ancaman atau tindakan kekerasan.

Baca Juga : Timnas Jerman Juara Piala Dunia U-17 2023

Radio France Bleu melaporkan, para pemimpin Masjid Ar-Rahma di Beziers telah mengajukan pengaduan ke polisi menyusul pesan kebencian di Facebook. Termasuk seruan untuk membakar masjid.

Ancaman datang hanya beberapa hari setelah seorang remaja Chechnya memenggal kepala seorang guru sejarah Prancis. Guru itu menunjukkan karikatur Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam di kelas di sebuah sekolah menengah di barat laut Paris.

France bleu menampilkan pesan Facebook, yang telah dihapus, mendesak agar penghormatan diberikan kepada guru yang terbunuh dengan membakar masjid Beziers.

Baca Juga : Bekas Koloni Prancis Tertarik Jadi Tuan Rumah Pangkalan Militer Rusia

Perdana Menteri, Jean Castex mengatakan kepada parlemen pada hari Selasa bahwa Prancis membutuhkan undang-undang yang melarang membahayakan nyawa orang lain melalui jaringan media sosial.

 

#masjid diancam #Prancis