Senin, 19 Oktober 2020 16:35
Editor : Fathul Khair Akmal

RAKYATKU.COM, PANGKEP - Banjir yang sering terjadi di sekitar sungai Pangkep, membuat warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai Pangkep khawatir bakal terjadi longsor. Apalagi memasuki musim penghujan kali ini, membuat Syahrianur diliputi perasaan gelisah karena rumahnya pernah terdampak longsor 2019 lalu.

 

Dia berharap, adanya pembangunan tanggul penahan atau bronjong sungai agar tidak terjadi longsor. Tinggal tepat di bantaran sungai Pangkep, pedagang Jalangkote ini curhat dan menyampaikan keresahannya pada tim pemenangan paslon nomor urut 4, Andi Nirawati dan Lutfi Hanafi (Anir-Lutfi) ketika berkunjung ke rumahnya siang tadi.

"Aih, jangan me ki bilang, takut mi kita satu keluarga ini kalau hujan besar mi. Kita lihat mi itu tidak ada penahan bantaran sungai di bawah, kakak ji timbun terus itu biar ditambah-tambah tanahnya. Belum lagi banjir, kalau hujan mi ada 'tamu tidak diundang' naik menyeberang sampai di jalan," ungkap Syahrianur saat ditemui di rumahnya, Kelurahan Padoang Doangang, Kecamatan Pangkajene, Senin, (19/10/2020).

Baca Juga : Lutfi Hanafi Ajak Bupati Pangkep Foto Bareng Usai Nyoblos di TPS

Kejadian yang tak dia lupakan, kata dia terjadi tahun lalu. Yang mana setengah rumahnya direndami air termasuk longsor yang membawa seng serta perabotan rumahnya.

 

"Meluap ki air sungai jadi itu tenggelam setengah rumahku. Bersamaan sama banjir di Jeneponto itu. Mengungsi ka waktu itu, Itumi sepotong ji ini rumah, hanyut ki bawahnya. Baru pi itu dipondasi. Na sudah juga ditimbun tanah pakai truk besar tiga kali sama kakakku," kata ibu dua anak ini.

Dia menjelaskan, respons pemerintah sampai saat ini belum ada kejelasan. Maunya, kata dia dibuatkan semacam tanggul yang sama dengan sebelah kiri sungai.

Baca Juga : Besok Pencoblosan, Anir-Lutfi ke Pemilih: Awali dengan Basmalah

"Maunya dibangun juga seperti yang di sebelahnya (menunjuk tanggul/bronjong sungai) biar pas hujan nyenyak tidur. Sudah sering difoto tetapi sampai sekarang begitu ji, belum ada tindak lanjut, tidak ada perubahan, begitu-begitu ji," jelasnya.

Wanita 37 tahun ini berharap, kelak ketika Anir-Lutfi duduk sebagai kepala daerah, ada pembangunan berupa tanggul penahan di bantaran sungai Pangkep agar warga yang bermukim di sekitar lokasi, tidak waswas lagi.

Anggota tim kampanye Anir-Lutfi, Ita yang turut mengunjungi rumah Syahrianur mengatakan, pembangunan infrastruktur berupa bronjong sungai tersebut harus diadakan, mengingat tidak hanya Syahrianur yang tinggal di sekitar bantaran sungai.

Baca Juga : Kawal Pemungutan Suara, Anir-Lutfi Siapkan 2.100 Saksi di Semua TPS

"Masih ada banyak warga yang tinggal di sekitar sungai ini, dan tentu potensi bencananya serius. Kalau dilihat dari kasus ibu Syahrianur, maka kami yakinkan Anir-Lutfi bakal mengurangi rasa khawatirnya dengan mendirikan penahan bantaran sungai," kata Ita.

Dia menuturkan, Anir perempuan asli Labakkang itu telah memiliki konsep pembangunan Pangkep melalui program prioritas Infrastruktur dan Pemerintahan. Pembangunan tersebut diawali dengan Perubahan konsep wilayah depan Kota Pangkep dimulai dari pintu gerbang kota Pangkajene.