Senin, 12 Oktober 2020 21:03
Korea Utara pamerkan apa yang diyakini para analis sebagai rudal balistik antarbenua berbahan bakar . ©Korean Central TV/CNN
Editor : Fathul Khair Akmal

RAKYATKU.COM - Korea Utara memamerkan apa yang para analis yakini sebagai salah satu rudal balistik terbesar di dunia, saat parade militer perayaan 75 tahun Partai Buruh yang disiarkan televisi pemerintah pada Sabtu.

 

Senjata besar tersebut dibawa truk 11 roda pada puncak perayaan yang berlangsung hampir dua jam itu dan parade militer di ibu kota negara Pyongyang.

Analis mengatakan rudal baru ini belum diketahui apakah telah diuji, tapi senjata yang lebih besar akan mempermudah Korea Utara menempatkan sejumlah hulu ledak di atasnya, meningkatkan ancaman bagi target musuh.

Baca Juga : Korea Utara Uji Drone Bawah Air Berkemampuan Nuklir Baru

"Bahan bakar cair, Besaaar, mampu membawa hulu ledak nuklir MIRV," ujar Melissa Hanham, wakil direktur Open Nuclear Network Universitas Stanford di Twitter, dikutip dari CNN, Minggu (11/10).

 

"Apa yang Korea Utara tunjukkan kepada kita, tampaknya sebuah ICBM berbahan bakar cair baru yang kelihatannya menjadi turunan dari apa yang diuji pada akhir 2017, dikenal sebagai Hwasong-15, jauh lebih besar dan jelas lebih kuat dari apapun di persenjataan Korea Utara," jelas Harry Kazianis, Direktur Senior Studi Korea di Center for the National Interest yang berbasis di Washington DC.

Ketika Hwasong-15 diuji pada 2017, Pyongyang mengatakan senjata itu bisa membawa hulu ledak nuklir super berat. Analis mengatakan saat itu diperkirakan Hwasong-15 bisa menjangkau daratan Amerika Serikat.

Baca Juga : Korut Uji Coba Rudal Saat Kapal Induk AS Tiba untuk Latihan Militer di Korsel

Sebelum parade, para analis bertanya-tanya apakah Korea Utara akan meluncurkan rudal balistik berbahan bakar padat selama upacara.

Rudal berbahan bakar padat menawarkan keunggulan dibandingkan rudal berbahan bakar cair karena dapat bergerak tanpa truk bahan bakar yang menyertainya. Ini berarti mereka dapat diluncurkan lebih cepat dan lebih mudah disembunyikan dari satelit mata-mata.

Dalam pidatonya, pemimpin Korea Utara mengatakan militer negaranya hadir untuk membela rakyat.

Baca Juga : Korea Utara Tuduh AS Lakukan Terorisme Biologi

"Kita akan terus memperkuat pencegahan perang sebagai alat pertahanan diri," kata Kim.

"Pencegahan perang kita tidak akan pernah disalahgunakan atau digunakan terlebih dahulu, yang akan berkontribusi melindungi kedaulatan dan pertahanan negara dan mencapai keamanan regional," lanjutnya.

"Namun, jika siapapun mengganggu keamanan nasional atau mengancam menggunakan kekuatan militer terhadap kami, saya akan lebih dulu menggerakkan semua pasukan perlawanan terkuat kita untuk membalas mereka."

Baca Juga : Korsel-AS Tembakan 8 Rudal sebagai Tanggapan Uji Coba Rudal Korut

Kim Jong Un nampak mengeluarkan air mata haru saat dia berterima kasih kepada rakyatnya dan pasukan militer atas upaya mereka dalam memulihkan kerusakan akibat banjir baru-baru ini dan dalam melawan virus corona, yang telah menewaskan lebih dari 1 juta orang di seluruh dunia.

"Saya berterima kasih pada mereka atas kesehatan mereka tanpa satu pun dari mereka yang menjadi korban virus yang ganas," kata Kim.

"Faktanya bahwa kita telah melindungi rakyat kita dari penyakit epidemi ganas yang menyapu seluruh dunia bisa dikatakan tugas alamiah dan kesuksesan partai kita."