Rabu, 07 Oktober 2020 21:11
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Calon wali kota Makassar Munafri Arifuddin menjamin tidak akan terjadi penggusuran jika terpilih kelak.

 

Pembangunan, kata dia, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bukan justru menyengsarakan mereka.

Jaminan itu diutarakan Appi merespons pertanyaan warga Kelurahan Laelae, Kecamatan Ujungpandang yang mengikuti kampanye virtual Appi melalui aplikasi Zoom, Rabu (7/10/2020).

Baca Juga : Sudah Komitmen, Appi-Rahman Lanjutkan Perjuangan Tangani Covid-19 di Kota Makassar

"Saya jamin tidak akan ada penggusuran. Asal tidak bertentangan dengan aturan yang ada. Jangan khawatir, penggusuran tidak akan terjadi," ujarnya.

 

Mengenai program pembangunan masyarakat pesisir, sebagaimana yang ditanyakan peserta kampanye virtual, Appi mengatakan komunitas ini menang harus diberi perhatian dan sentuhan berbeda dibandingkan masyarakat di wilayah lain atau bukan pesisir.

"Hampir semua nelayan yang pekerjaannya sangat tergantung musim atau cuaca. Mereka pada umumnya melaut dan menangkap ikan lalu dijual," katanya.

Baca Juga : Akui Kemenangan Rival dengan Kepala Tegak, Appi-Rahman Tuai Pujian

Menurut Appi, kaum perempuan pesisir harus diberikan pelatihan-pelatihan khusus untuk meningkatkan kapasitasnya. Misalnya keterampilan pengolahan hasil-hasil laut. Ibu-ibu nelayan dilatih untuk membuka usaha-usaha kecil yang mengolah hasil laut menjadi makanan bernilai tambah.

"Dengan demikian ada penghasilan tambahan bagi keluarga dari usaha pengolahan sederhana yang dilakukan oleh ibu-ibu atau remaja-remaja yang ada di wilayah itu," katanya.

Baca Juga : Sudah Sempat Crossing, RTK Ungkap Penyebab Appi-Rahman Kalah Atas Danny-Fatma Versi Quick Count

Pada bagian lain, Appi mengatakan, jika terpilih menjadi wali kota, dia akan membuat aturan yang memungkinkan warga di suatu wilayah harus terserap bekerja pada usaha yang hadir di wilayahnya.

Contoh kecil, Appi menyebut keberadaan suatu restoran atau rumah makan di suatu wilayah, maka dengan aturan yang akan dibuat, memungkinkan warga setempat harus dipekerjakan dalam jumlah tertentu pada usaha tersebut.

"Dengan demikian timbul rasa keadilan masyarakat. Jangan semua pekerjanya dari luar wilayah tersebut. Itu bisa menimbulkan kecemburuan," ujarnya.