Senin, 14 September 2020 17:02
Kim Jong-un dan Donald Trump. (Foto: The Straits Times)
Editor : Nur Hidayat Said

RAKYATKU.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkap bahwa Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, pernah menunjukkan kepala pamannya, Jang Song Thaek, setelah dieksekusi mati.

 

Jang Shong adalah tokoh yang sangat kuat pada rezim kepemimpinan Kim. Akan tetapi, dia harus disingkirkan karena melakukan penghianatan dan terbukti korupsi pada 2013.

Hal itu terungkap dalam sebuah wawancara antara Trump dengan jurnalis senior investigasi Washington Post Bob Woodward dalam bukunya "Rage".

Baca Juga : Rincian Kasus yang Didakwakan Terhadap Donald Trump

"Dia membunuh pamannya dan meletakkan mayatnya tepat di tangga dan kepalanya dipotong, diletakkan di dada," kata Trump dilansir dari AFP, Senin (14/9/2020).

 

Korut tidak pernah secara resmi menyatakan bagaimana Jang dieksekusi. Beberapa laporan mengatakan dia dibunuh dengan senjata anti aircraft gun.

Buku milik Bob Woodward telah membuat Gedung Putih geger. Itu karena ada beberapa tabir yang terungkap di sana.

Baca Juga : Akun Instagram dan Facebook Donald Trump akan Dipulihkan

Salah satu yang cukup mencengangkan adalah pernyataan Trump bahwa dia sengaja merahasiakan Covid-19. Dia berdalih tidak ingin membuat panik penduduk.

"Saya memang selalu berusaha meremehkan. Saya suka mengecilkan hal itu (Covid-19) karena saya tidak ingin membuat panik," demikian isi wawancara Woodward dengan Trump.

Trump mengaku sadar Covid-19 adalah ancaman, tetapi mengatakan kepada masyarakat hal itu akan segera berlalu.

Baca Juga : Maut Mengintai Jenderal Marinir Amerika

Dalam wawancara telepon dengan Woodward pada 7 Februari lalu, Trump bahkan membeberkan ancaman mematikan Covid-19.

"Kita menghirup udara dan itu cara virus itu masuk ke dalam tubuh. Hal itu memang agak menyulitkan. Virus ini juga sangat mematikan dari flu biasa," kata Trump.