Selasa, 01 September 2020 11:35

Bupati Bantaeng Wakili Kepala Daerah Se-Indonesia Jadi Pembicara Webinar Pembelajaran Nasional SLRT MAMPU

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Bupati Bantaeng, Ilham Azikin
Bupati Bantaeng, Ilham Azikin

Bantaeng melibatkan organisasi masyarakat untuk berpartisipasi merancang perbup guna mendukung program perlindungan sosial.

RAKYATKU.COM,BANTAENG - Bupati Bantaeng, H Ilham Azikin menjadi salah satu pembicara pada webinar pembelajaran nasional SLRT MAMPU, Senin (31/8/2020).

Beliau mewakili seluruh kepala daerah se-Indonesia memberikan informasi terkait kolaborasi pemerintah daerah dan organisasi warga dalam upaya peningkatan kesejahteraan warga-pengalaman Kabupaten Bantaeng dalam mendorong Perda Nomor 6 Tahun 2018 dan Perbup Nomor 14 Tahun 2020.

Selain bupati Bantaeng, webinar tersebut juga menghadirkan dua pembicara lainnya. Keduanya yakni Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatin) Kementerian Sosial, Said Mirza Pahlevi, dan pelaksana tugas Direktur Pemberdayaan Sosial Perorangan, Keluarga dan Kelembagaan Masyarakat (PSPKKM) Kementerian Sosial, Bambang Sugeng.

Baca Juga : KPU RI Putuskan Jumlah Kursi Anggota DPRD Kabupaten dan Kota di Sulsel, Ini Daftarnya

Sejalan dengan visi misi bupati Bantaeng, yakni meningkatkan akselerasi program pengentasan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja, Kabupaten Bantaeng dianggap telah melakukan inovasi dalam SLRT.

Bantaeng melibatkan organisasi masyarakat untuk berpartisipasi merancang perbup guna mendukung program perlindungan sosial.

"Kegiatan ini menjadi ruang penguatan bagi kita semua khususnya Pemkab Bantaeng, bisa hadir bersinergi dengan teman-teman yang ada di seluruh wilayah Indonesia," katanya.

Baca Juga : Jumlah Kursi Bertambah, Ini Opsi Rancangan Dapil DPRD Bantaeng di Pemilu 2024

Bantaeng telah melahirkan perda yang dijadikan payung atau rujukan dalam merumuskan dan menghadirkan kebijakan di tengah masyarakat. Khususnya dalam program penanggulangan pengentasan kemiskinan bagi warga kurang mampu dan penyandang disabilitas.

"Kita ingin persoalan pengentasan kemiskinan tidak hanya menggunakan kacamata eksekutif, tetapi legislatif juga jadi bagian, organisasi masyarakat tentu memiliki potret berbeda yang sama efektifnya untuk melahirkan perda tersebut," ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan Bupati bahwa adanya bentuk kemitraan dengan organisasi masyarakat menunjukkan nilai kegotongroyongan antara lembaga yang ada di Kabupaten Bantaeng.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Salurkan Bantuan ke Korban Angin Puting di Bantaeng

"Kami tidak mengamputasi kewenangan yang ada pada kami, tetapi ketika semua elemen, lembaga yang ada di Bantaeng juga merasa bertanggung jawab dan menjadi bagian dalam mengeksekusi hal di lapangan, maka kerja-kerja pemerintah tuntas. Ini yang membanggakan bagi kami," katanya.

Sinergi Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) dengan program MAMPU di beberapa wilayah kegiatan irisan baru berjalan beberapa tahun. Namun, sudah terdapat praktik baik dari akar rumput yang melibatkan masyarakat dalam penjangkauan warga miskin dan rentan untuk perlindungan sosial dan penanganan korban kekerasan.

Forum ini, bersama dengan kementerian/lembaga, perwakilan pemerintah daerah dan mitra-mitra MAMPU, diharapkan dapat meningkatkan penjangkauan terhadap warga miskin dan rentan. Khususnya perempuan, lansia atau penyandang disabilitas agar dapat lebih meluas dan optimal. Selain itu, forum ini juga diharapkan dapat menjadi wadah diskusi dan pembelajaran bagi daerah lain.

Baca Juga : Aktivitas Tambang Galian C di Jalan Poros Jeneponto-Bantaeng Meresahkan

Turut mendampingi bupati Bantaeng pada kesempatan itu antara lain Kadis KominfoSP, Syahrul Bayan dan Asisten Technical SLRT Bantaeng, Andi Shernilia Maladevi.

Penulis : Irmawati Azis
#bantaeng