Jumat, 14 Agustus 2020 16:34

Di Malang, Mentan Syahrul Resmikan Taman Sains Pertanian Jeruk

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo di Malang.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo di Malang.

Sektor pertanian paling minim dalam penyebaran virus Covid-19 karena selalu menjadi kebutuhan utama sehari-hari.

RAKYATKU.COM - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo meresmikan Taman Sains Pertanian Jeruk di Kota Batu, Malang, Jawa Timur, Jumat (14/8/2020). Taman sains merupakan taman hiburan dan edukasi dengan konsep sains dan teknologi pertanian.

"Hari ini kita pastikan bahwa di era penyebaran virus Covid-19, yang tidak pernah hilang peluanganya untuk menjadi bagian dari kehidupan adalah pertanian. Hal itu dikarenakan pertanian tidak pernah mengingkari janji," ujarnya.

Menurut Mentan, sektor pertanian menjadi yang paling minim dalam penyebaran virus Covid-19 karena selalu menjadi kebutuhan utama sehari-hari. Terlebih, para petani terus berproduksi serta memenuhi pangsa pasar.

Baca Juga : 

"Itu berarti industri-industri membutuhkan pertanian dalam negeri. Inilah momentumnya dimana impor tidak diandalkan," katanya.

Mengenai hal ini, kata Mentan, pemanfaatan pertanian sebagai kebutuhan hidup merupakan perintah Presiden Joko Widodo, dimana pada saat pandemi Covid-19 masyarakat harus bisa mengambil peluang yang sangat menjanjikan.

"Kota Batu sudah terkenal dari dulu dan karena itu buatlah kualitas apel-apelmu setinggi mungkin. Namun jangan Apel saja, bisa juga komodit lainnya yang memiliki potensi besar," katanya.

Karena itu, Mentan meminta kepada seluruh jajaran Kementan untuk mendampingi serta menyiapkan apa saja yang diperlukan para petani dalam menunjang sektor pertanian.

Kepala Badan Peneliti dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan, Fadjry Djufry menambahkan bahwa saat ini pihaknya sudah mengoleksi ratusan lebih bibit jeruk yang ada di Indonesia.

"Areal ini merupakan areal taman sains dan terintegrasi dengan onfarm dan kita telah menghasilkan sesuatu baru. Tentunya itu harus masif di lapangan dulu. Dan kita selama lima tahun terkahir ini sudah membagikan lima juta bibit pohon jeruk ke seluruh Indonesia. Tentunya kami berharap bisa dikembangkan lebih luas lagi," tutupnya.

 

#kementan