Jumat, 07 Agustus 2020 17:06
Ustaz Nur Maulana saat menjadi penceramah Pencerahan Qalbu Jumat Ibadah PQJI Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa, Jumat (7/8).
Editor : Redaksi

GOWA - Tahun baru Islam tinggal 13 hari lagi akan mengalami pergantian dari 1441 Hijriah ke 1442 Hijriah. Ustaz Nur Maulana mengajak masyarakat Kabupaten Gowa untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

 

Hal itu disampaikan oleh dai kondang tanah air ini saat menjadi penceramah Pencerahan Qalbu Jumat Ibadah PQJI Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa, pada Jumat (7/8).

Untuk menjadi lebih baik, kata Ustaz Maulana, maka yang perlu dilakukan adalah mengenali diri sebagai manusia. Dirinya menjelaskan bahwa manusia merupakan makhluk paling sempurna dan istimewa yang diciptakan oleh Allah SWT.

Baca Juga : Bupati Gowa Apresiasi Semangat Kader HMI Sambut Indonesia Emas

Namun diluar dari kesempurnaan dan keistimewaan itu, Ustaz Nur Maulana menyebutkan bahwa manusia memiliki sejumlah sifat yang harus dikontrol agar bisa menjadi lebih baik seperti sifat pelupa, penakut, tergesa-gesa, dzolim, suka berangan-angan dan beberapa sifatnya lainnya.

 

Untuk mengatasi ini hal yang harus dilakukan kata Ustaz Nur Maulana, adalah tetap berpegang teguh pada tali agama dan taat kepada Allah SWT. Apapun persoalan untuk tetap dikembalikan kepada sang pencipta.

"Kalau Allah menghendaki seseorang untuk menjadi baik. Maka Allah akan sibukkan seseorang dengan kebaikan," kata Ustaz Nur Maulana.

Baca Juga : Hadiri Puncak HKG PKK Ke-52, Wakil Ketua TP PKK Gowa Apresiasi Kerjasama Kader

Kemudian kata Ustaz Nur Maulana yaitu selalu berjemaah. Hal ini penting agar bisa saling mengaitkan antara satu dengan lainnya untuk menjadi lebih baik. Selain itu dengan berjemaah dan kebersamaan segala permasalahan pasti akan mudah terselesaikan.

"Jadi sebaiknya kita harus hidup bersama, hidup berkelompok. Kalau ada yang mau bergabung bersama kita, Terima saja," jelasnya.

Dirinya juga menambahkan bahwa, pada dasarnya tujuan manusia diciptakan oleh Allah SWT di muka bumi ini untuk menyembah kepada Allah SWT, menjadi kalifah atau pemimpin dan manusia diciptakan sebagai amar makruf nahi mungkar.

Baca Juga : Pemkab Gowa Jadi Pemerintah Teraktif Penyelenggaraan Reforma Agraria 2023

"Olehnya itu, mari kita mengajarkan kebaikan, menyeru kepada kebaikan, membantu orang lain, mencegah kemungkaran. Ini bisa dilakukan dengan tanda tangan, rekomendasi maupaun dengan pemikiran yang kita miliki," pungkasnya.