Kamis, 30 Juli 2020 19:04

Mentan Instruksikan Sejumlah Dirjen Bantu Pertanian Bantaeng

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bantaeng, Kamis (30/7/2020). Sejumlah Direktur dari Direktorat Jenderal hadir dalam kunjungan ini.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bantaeng, Kamis (30/7/2020). Sejumlah Direktur dari Direktorat Jenderal hadir dalam kunjungan ini.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengajak para Dirjennya untuk ikut membantu peningkatan produksi pertanian di Bantaeng. Termasuk untuk peningkatan produksi tanaman bawang di Ulu Ere.

RAKYATKU.COM, BANTAENG - Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bantaeng, Kamis (30/7/2020). Sejumlah Direktur dari Direktorat Jenderal hadir dalam kunjungan ini.

Kunjungan kerja Menteri Pertanian ini dikemas dalam kegiatan panen bawang di Desa Bonto Lojong, Kecamatan Ulu Ere. Kehadiran mantan Gubernur Sulsel ini didampingi oleh anggota Komisi IV DPR RI, Azikin Solthan dan Bupati Bantaeng, Ilham Azikin.

Dalam kesempatan itu, Syahrul memperkenalkan sejumlah Direktur Ditjen yang hadir dalam kunjungan itu. Mereka di antaranya adalah Ditjen Tanaman Pangan, Suwandi; Ditjen Hortikultura, Prihasto Setyanto; Ditjen Perkebunan, Kasdi Subagyono; Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Sarwo Edhy; serta Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil.

Baca Juga : 

"Kalau sarana dan prasarana pertanian ini yang mengurusi pupuk dan alat berat pertanian. Sedangkan pak Ali Jamil ini yang mengurusi ekspor produk pertanian kita," jelas Syahrul.

Dia juga mengajak para Dirjennya untuk ikut membantu peningkatan produksi pertanian di Bantaeng. Termasuk untuk peningkatan produksi tanaman bawang di Ulu Ere.

"Pak Ditjen ini potensinya di Bantaeng sangat bagus. Bantu, ya, Pak Dirjen. Ini kampung saya. Bibitnya, turunkan ke sini. Bawang bagus, di sini juga potensi kopinya bagus," kata dia.

Dia juga mengakui, Bantaeng memiliki potensi yang sangat besar untuk pertanian bawang. Dia menyebut, potensi ini bisa terus didongkrak untuk memenuhi kuota bawang di Indonesia. Jika kebutuhan kuota di Indonesia sudah tercukupi, Bantaeng bisa menjadi salah satu daerah sentra ekspor bawang di Indonesia.

"Bantaeng ini sangat berpotensi untuk menjadi salah satu daerah sentra pengekspor bawang. Karena seluruh dunia sudah membutuhkan bawang ini," jelas dia.

Syahrul juga mengakui ketahanan pangan di Kabupaten Bantaeng yang tetap kukuh meski berada di masa pandemi Covid-19. Oleh karena itu, dia mengajak kepada semua perbankan untuk ikut membantu permodalan petani untuk turut mendongkrak potensi pertanian di Bantaeng.

"Masa pandemi ini, kita semua terbatas pada ruang dan gerak. Ketahanan pangan di Bantaeng ini kuat, buktinya, kita tetap panen raya meski masa pandemi," jelas dia.

Bupati Bantaeng, Ilham Azikin, mengatakan Kecamatan Ulu Ere adalah salah satu sentra produksi bawang merah dan bawang putih di Bantaeng. Kondisi alam yang berada di antarany 1.200 sampai 1.500 mdpl. membuat daerah ini menjadi spesial untuk produksi bawang.

Dia menambahkan, potensi pertanian bawang di Kecamatan Ulu Ere saat ini mencapai 1.700 hektare. Setiap hektare memiliki potensi produksi bawang hingga 20 ton.

Tahun ini, kata dia, tercatat ada 232 hektare lahan pertanian bawang. Jumlah ini saja, sudah memproduksi hingga 1.554 ton per Juni 2020. Jumlah ini, kata dia, diprediksi akan terus bertambah.

"Bawang dari Bantaeng ini sudah menyuplai beberapa daerah lainnya seperti Sulbar, Sulteng, Kaltim dan Papua," jelas dia.

Dia menambahkan, pemerintah Kabupaten Bantaeng akan terus berupaya meningkatkan produksi bawang di Ulu Ere. Menurutnya, jika hal ini diterus didongkrak, Bantaeng memiliki potensi sebagai salah satu daerah pengekspor bawang di Indonesia.

Penulis : Irmawati Azis
#Kementerian Pertanian #pemkab bantaeng