Jumat, 10 Juli 2020 19:12

Siswa Tak Perlu Beli Buku, Kemenag Ubah Kurikulum PAI dan Bahasa Arab di Madrasah

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
 Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag, A Umar.
Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag, A Umar.

Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab di madrasah berubah. Kemenag memutuskan menerapkannya mulai tahun pelajaran 2020/2021.

RAKYATKU.COM - Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab di madrasah berubah. Kemenag memutuskan menerapkannya mulai tahun pelajaran 2020/2021.

Perubahan itu disampaikan melalui surat edaran Kemenag, Jumat (10/7/2020). Diteken Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag, A Umar.

Dia mengatakan bahwa madrasah, baik Ibtidaiyah (MI), Tsanawiyah (MTs), maupun Aliyah (MA), akan menggunakan kurikulum baru.

Menurut Umar, Kemenag telah menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 183 Tahun 2019 tentang Kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah. 

Selain itu, diterbitkan juga KMA 184 Tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada Madrasah. Kedua KMA ini akan diberlakukan secara serentak pada semua tingkatan kelas pada tahun pelajaran 2020/2021.

"KMA 183 tahun 2019 ini akan menggantikan KMA 165 tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab pada Madrasah,” ujar Umar seperti dikutip dari laman resmi Kemenag.

"Mulai tahun ajaran ini KMA 165 Tahun 2014 tidak berlaku lagi," lanjutnya.

Umar menjelaskan, mata pelajaran dalam Pembelajaran PAI dan Bahasa Arab pada KMA 183 Tahun 2019 sama dengan KMA 165 Tahun 2014. Tetap ada Quran Hadist, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), dan Bahasa Arab. 

Namun, ada perubahan pada substansi materi pelajaran. Katanya, disesuaikan dengan perkembangan kehidupan abad 21.

"Kemenag juga sudah menyiapkan materi pembelajaran PAI dan Bahasa Arab yang baru ini sehingga baik guru dan peserta didik tidak perlu untuk membelinya. Buku-buku tersebut bisa diakses dalam website e-learning madrasah,"  katanya.

Loading...