RAKYATKU.COM - Dari mana oknum ini punya ide menelepon kepala desa lewat camat? Pelaku sedang dicari karena mencatut Kapolres Jeneponto dan Kasat Reskrim.
Ada dua penelepon Senin (4/5/2020). Satu mengaku Kapolres Jeneponto, AKBP Ferdiansyah. Satunya lagi menyebut dirinya Kasat Reskrim, Iptu Andri Kurniawan.
Keduanya menghubungi Kades Balang Baru, Darman Patta. Kedua penelepon meminta uang Rp25 juta kepada Darman. Katanya, biaya 86. Kasusnya akan didiamkan jika bisa membayar sesuai jumlah yang diminta.
Di Desa Balang Baru yang dipimpin Darman kini memang sedang berlangsung sebuah proyek. Oknum tersebut rupanya mencoba memanfaatkannya untuk dapat uang.
"Penelpon tersebut mengaku kapolres yang sedang berada di Polda," ujar Darman Patta kepada Rakyatku.com, Senin (4/5/2020).
"Saya tidak percaya. Masak seorang kasat Reskrim minta-minta uang sama kepala desa. Apalagi kapolres. Orangnya baik dan bijak. Tidak mungkin itu. Nah, kalau ada hubungannya dengan pekerjaan di desa, itu sementara dikerjakan," tambahnya.
Sebelum ditelepon oknum yang mengatasnamakan diri Kasat Reskrim Polres Jeneponto Iptu Andri Kurniawan, sempat juga menelepon camat Tarowang. Selanjutnya camat menelepon kepala desa.
"Jadi Pak Camat telepon ke saya, dia bilang 'sudah mako bicara pak kasat?'," cerita Darman.
Atas kasus itu, Darman Patta berencana melaporkannya ke Polres Jeneponto.
Kapolres Jeneponto, AKBP Ferdiansyah memastikan bahwa itu modus penipuan.
"Sudah saya japri langsung sama kades Balang Baru. Itu modus penipuan. Untung tidak tertipu," katanya.
