RAKYATKU.COM - Tiga puluh empat karyawan PT HM Sampoerna Tbk terusir dari hotel. Mereka adalah pasien positif Covid-19.
Awalnya salah satu hotel di Surabaya menampung mereka. Itu setelah hasil tes menyatakan reaktif dari hasil rapid test.
"Ternyata maunya diisolasi saat reaktif rapid test saja. Kalau positif PCR swab, mereka tidak menghendaki," kata dr Joni Wahyuhadi, ketua rumpun kuratif Satgas Covid-19 Jatim, Sabtu (2/5/2020).
Puluhan karyawan tersebut lalu diarahkan ke RSJ Menur. Ternyata, pasien RSJ Menur gabungan laki-laki dan perempuan. Sementara karyawan Sampoerna semuanya perempuan sehingga kembali terkendala.
"Akhirnya ada rumah sakit yang mau bantu, tadi pagi hubungi. Sisa 45 karyawan yang belum keluar hasil PCR swabnya, harap sabar karena mesin juga tidak kuat," imbuhnya.
Saat ini masih ada 45 karyawan yang masih menunggu hasil swab. Jika ternyata hasilnya positif, Satgas bakal kerepotan lagi mencari tempat isolasi.
Mereka tidak mungkin menjalani isolasi mandiri di rumah. Sebab, mereka umumnya tinggal di indekos. "Justru semakin bahaya," jelas Joni.
Joni menjelaskan, manajemen PT HM Sampoerna Tbk awalnya mendatangi Pemprov Jatim pada 28 April 2020. Pihak manajemen merasa penanganan Covid-19 belum selesai.
Dari total 488 karyawan mereka saat itu, ada 165 karyawan yang sudah di PCR. Namun hasilnya belum keluar, padahal pemeriksaan sudah dilakukan sejak 14 April.
Direktur utama RSU Soetomo ini memaparkan untuk 323 karyawan lain, pihaknya telah melakukan rapid test. Hasilnya 91 reaktif, 232 lainnya negatif. Karyawan yang reaktif langsung diisolasi di salah satu hotel di Surabaya.
Dari 91 itu, 46 sudah diperiksa swab di Soetomo. Hasilnya 34 positif. Bila ditotal dengan yang meninggal dua positif lalu, maka sementara ada 36 yang positif dari pabirk Sampoerna.
"Sisa 45 diusahakan hari ini bisa keluar hasilnya, karena memang di Soetomo pasien yang diswab menumpuk banyak. Tapi ingat yang 165 masih belum tahu ya hasilnya," terangnya.
