Sabtu, 14 Maret 2020 11:22

Takut Masyarakat Panik, Tidak Ada Pemeriksaan Suhu Tubuh di Pemkot Makassar

Andi Chaerul Fadli
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Takut Masyarakat Panik, Tidak Ada Pemeriksaan Suhu Tubuh di Pemkot Makassar

Takut Masyarakat Panik, Tidak Ada Pemeriksaan Suhu Tubuh di Pemkot Makassar

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Semenjak Pemerintah, resmi mengeluarkan informasi terkait kasus Covid-19 yang teridentifikasi di wilayah Indonesia, beberapa instansi swasta di Kota Makassar, gencar melakukan pemeriksaan suhu tubuh bagi setiap tamu atau pengunjung. 

Hal tersebut berbanding terbalik dengan pemerintah, khususnya di Kota Makassar. PJ Wali Kota, Iqbal Suhaeb menegaskan, tidak perlu ada pemeriksaan. Sebab dinilai dapat menimbulkan kepanikan ditengah masyarakat. 

"Tidak perlu diperiksa, nanti kalau ada gejala baru kita periksa. Kalau dalam kondisi normal tidak usah itu hanya akan menimbulkan kepanikan saja ," katanya saat ditemui di Roottof Rumah Jabatan Wali kota Makassar.

Namun untuk mencegah menyebarnya Virus ini, pihaknya telah menyusun protokol Corona sesuai protokol dari pemerintah pusat. Pihaknya juga telah mengeluarkan edaran kepada kantor-kantor pemerintah agar menyiapkan hand sanitizer.

"Dan juga dikantor-kantor pemerintah, kami sudah buat edaran tadi (13 Maret 2019),  agar menyiapkan sanitizer serta harus melakukan gaya hidup sehat dan bersih," ujarnya.

 

Senada dengan Iqbal, Sekertaris Daerah Sulawesi Selatan, Abdul Hayat Gani mengatakan, pihaknya belum mengeluarkan kebijakan secara resmi terkait pemeriksaan suhu tubuh masuk di kantor-kantor pemerintah.

"Belum secara resmi. Karena kenapa kita begitu? Kita tidak mau membuat masyarakat gaduh, seperti apa terjadi, padahal ini belum apa-apa. Kan masih sementara Warning saja," ujarnya saat ditemui di Lobby Kantor Gubernur Sulsel, bebarapa hari yang lalu.

Menurutnya, setiap individu harus harus mengantisipasi penyebaran virus ini. Misalnya pastikan tangan tetap steril, bersih, dan kepada siapa kita berinteraksi harus hati-hati.

"Sulsel masih bebas kok. Kemarin dianggap suspek baru satu itupun belum. Cuma media sosial yang mengolah terus, mengolah menjadi seakan-akan sudah ada," tuturnya.

Dia menghimbau agar masyarakat menjaga pola hidup sehat dan mempertahankan kekebalan tubuh. "Kita terus berinteraksi, tidak bisa tinggal di rumah saja," jelasnya..

"Belum ada pemasangan Hand Sanitizer. Tunggu dari  Dinas Kesehatan," tutupnya.