Minggu, 20 Oktober 2019 15:52

Usai Dibantai Ayah, Gadis 6 Tahun Ini Masih Hidup 30 Menit dan Merayap Dekati Jasad Ibunya

Mays
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Juli Begum dan dua putrinya, Thanha dan Anika.
Juli Begum dan dua putrinya, Thanha dan Anika.

Seorang koki tega membunuh istri dan anak-anaknya, hanya gara-gara visanya kedaluwarsa. Dia juga mengancam akan membunuh iparnya jika melapor ke polisi. Demikian terungkap di pengadilan Old Bailey, Sa

RAKYATKU.COM, LONDON - Seorang koki tega membunuh istri dan anak-anaknya, hanya gara-gara visanya kedaluwarsa. Dia juga mengancam akan membunuh iparnya jika melapor ke polisi. Demikian terungkap di pengadilan Old Bailey, Sabtu, 19 Oktober 2019.

Pembunuhan itu terjadi 2007 lalu. Saat itu, Mohammed Abdul Shakur (46), marah besar. Dia berteriak keras kepada istrinya, Juli Begum (26) di rumahnya di East Ham, London timur. "Jika kamu tidak memperbaiki visaku dan kamu tidak membuatku legal untuk tinggal di negara ini, maka aku akan membunuhmu dan membunuh seluruh keluargamu," teriaknya.

Mendengar ayahnya marah, Thanha (6) berpelukan dengan adiknya Anika (5). Mereka saling menenangkan.

"Plakkkk!!!" Thanha makin mempererat pelukannya ke Anika saat mendengar suara tamparan ayahnya ke ibu.

Shakur lalu meraih leher Begum, lalu mengempaskannya ke dinding kamar. Dia kembali mencengkeram lengan Begum dan melemparkannya ke tempat tidur.

Dia lalu membekap bantal ke wajah istri yang dinikahinya pada usia 19 tahun itu. Begum meronta-ronta, lalu diam. Dia kehilangan nyawa.

"Hiks...hikss...ibu," Anika menangis melihat ibunya sudah tewas. Dia menghambur hendak memeluk ibunya, ketika tangannya ditangkap ayahnya. Dengan sebuah kaus kaki, dia mencekik leher Anika hingga tewas.

"Kenapa papa begitu kejam!" teriak Thanha. Bukannya sadar. Shakur makin kalap. Dia menghantamkan tinju ke wajah Thanha. Gadis mungil itu terjatuh. Dengan kepalannya yang besar, Shakur kembali menghantamkan tinju kepada darah dagingnya itu.

Menyangka ketiganya sudah mati, Shakur lalu mengambil pakaiannya, lalu lari ke Bangladesh.

Sepeninggal ayahnya, Thanha masih hidup. Dia sempat merayap ke karpet mendekati jasad ibu dan adiknya. "Mama...Anika," ujarnya lirih. Setengah jam kemudian, Thanha kehilangan nyawa. Demikian terungkap dalam persidangan di Old Bailey kemarin seperti fakta dari pengakuan Shakur.

Shakur memiliki sejarah kekerasan rumah tangga terhadap istrinya, Juli Begum. Saat menikah, usia Julia Begum baru 19 tahun. Mereka dijodohkan pihak keluarga. 

Pasangan itu menikah pada Oktober 1999. Setahun kemudian, Shakur ikut dengan istrinya yang sudah menjadi warga negara Inggris. 

Tetapi hubungan itu memburuk pada tahun 2003, setelah serangkaian perdebatan tentang kontribusi keuangan Shakur kepada keluarga, serta status imigrasinya. 

Jaksa David Spens QC mengatakan, apa yang menyebabkan terdakwa membunuh istrinya kemungkinan besar adalah argumen, tentang salah satu atau kedua masalah tersebut. 

Shakur melarikan diri ke Bangladesh beberapa hari kemudian. Dia satu desa dengan saudara perempuan almarhum istrinya. 

Ketika adik iparnya berjalan di dekat rumahnya, Shakur memberikan ancaman kepada iparnya itu. "Jangan bilang pada polisi aku membunuh adikmu. Jika kami memberi tahu polisi, saya akan membunuh kamu dan anak-anakmu," ancamnya. 

Shakur masih bebas selama satu dekade, sebelum dibawa kembali ke Inggris untuk menghadapi persidangan atas tiga pembunuhan. 

Polisi menemukan mayat-mayat itu pada 10 Januari 2007, setelah panggilan dari kerabat Begum. 

Mereka menemukan mayat Nyonya Begum di bawah selimut. Anika berbaring di depannya dan Thanha di samping tempat tidur. . 

Polisi tidak menemukan kalung emas 22 karat milik Begum, anting-anting dan gelang seharga £15.000 atau set pernikahan emasnya. Diduga dipreteli terdakwa. 

Shakur menyangkal tiga tuduhan pembunuhan dan persidangan berlanjut.