RAKYATKU.COM,MAKASSAR — Prestasi akademik kembali ditorehkan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Nasrulhaq, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), berhasil menyelesaikan pendidikan doktor dan meraih gelar Doctor of Philosophy (PhD) dari University of Palermo, Italia.
Pencapaian tersebut menjadi catatan tersendiri bagi Unismuh Makassar. Nasrulhaq tercatat sebagai alumnus sekaligus dosen pertama universitas tersebut yang berhasil menyelesaikan pendidikan doktor di perguruan tinggi Eropa.
Dalam studi doktoralnya, Nasrulhaq mengangkat penelitian mengenai keberlanjutan kebijakan transportasi perkotaan. Kajian tersebut menitikberatkan pada efektivitas penegakan hukum, kolaborasi antarlembaga, serta dukungan politik pemerintah daerah dalam mewujudkan sistem mobilitas perkotaan yang berkelanjutan.
Baca Juga : 370 Siswa SMA Ikuti Seminar Literasi AI di Unismuh Makassar, Pendaftaran Mahasiswa Baru 2027 Resmi Dibuka
Nasrul, sapaan akrab Wakil Dekan I FISIP Unismuh Makassar, menyelesaikan pendidikan doktor pada 2026 melalui program Doctoral Program in Model-Based Public Planning, Policy Design and Management.
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi akademik yang melibatkan tiga perguruan tinggi Eropa, yakni University of Palermo di Italia, University of Bergen di Norwegia, dan Radboud University di Belanda.
Disertasi yang ditulisnya berjudul "Sustainability of Sustainable Mobility Policies through Enhancing Performance of Municipal Police and Local Stakeholders: Applying Dynamic Performance Management and Governance in the Palermo Case".
Baca Juga : Mahasiswa Kalla Institute Juara 1 Panahan Berkuda Internasional di Malaysia, Harumkan Nama Indonesia
Penelitian tersebut mengambil studi kasus di Kota Palermo, Italia, dengan fokus pada persoalan pelanggaran parkir dan penggunaan kendaraan pribadi di kawasan pejalan kaki maupun zona lalu lintas terbatas.
Hasil kajiannya menunjukkan bahwa penegakan aturan melalui peningkatan patroli, pemberian sanksi, dan pemanfaatan kamera pengawas lalu lintas memang diperlukan. Namun, upaya tersebut perlu dibarengi edukasi masyarakat, pembangunan infrastruktur, dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan.
"Untuk mencapai mobilitas perkotaan berkelanjutan, semua sektor harus bergerak secara simultan," ujar Nasrul saat dikonfirmasi, Senin (2/11/2026).
Baca Juga : Mahasiswa Unismuh Makassar Berpeluang Praktik Mengajar di Filipina Mulai 2027
Mengkaji Persoalan Transportasi Perkotaan di Italia
Penelitian Nasrulhaq berangkat dari tantangan Pemerintah Kota Palermo dalam menerapkan konsep Sustainable Urban Mobility Plan(SUMP) yang mulai diadopsi sejak 2020.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari pendekatan mobilitas perkotaan berkelanjutan yang dikembangkan Komisi Uni Eropa. Tujuannya menciptakan sistem transportasi yang lebih tertib, ramah lingkungan, serta memberikan ruang lebih luas bagi pejalan kaki.
Baca Juga : Pegadaian Area Ambon Borong Tiga Penghargaan CSR Award 2026, Diapresiasi atas Kontribusi Sosial
Meski demikian, pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah hambatan. Pelanggaran parkir dan penggunaan kendaraan pribadi di kawasan terbatas masih ditemukan, sementara kapasitas personel kepolisian kota belum sepenuhnya mampu mengimbangi kebutuhan pengawasan.
Untuk memahami persoalan tersebut, Nasrul menggunakan pendekatan Dynamic Performance Management (DPM) dan Dynamic Performance Governance (DPG) dengan metode system dynamics.
Metode ini digunakan untuk memetakan hubungan antara kinerja aparat, kapasitas kelembagaan, kebijakan pemerintah, dan perilaku masyarakat dalam pelaksanaan kebijakan transportasi.
Baca Juga : 1.215 Pelajar Adu Inovasi di AHM Best Student 2026, Hanya 27 Tembus Final Nasional
Penelitiannya menemukan bahwa peningkatan personel patroli, optimalisasi kamera pengawas, serta konsistensi pemberian sanksi dapat membantu mengurangi pelanggaran dalam jangka pendek.
Namun, perubahan perilaku masyarakat membutuhkan pendekatan yang lebih luas. Pendidikan formal dan nonformal, keterlibatan organisasi masyarakat, serta penyediaan dan pemeliharaan infrastruktur transportasi juga menjadi bagian penting.
Nasrul membagi strategi tersebut ke dalam dua pendekatan, yaitu mitigasi melalui tindakan birokratis dan pencegahan melalui kolaborasi berbagai pihak.
Keduanya dinilai perlu diterapkan secara bersamaan dengan dukungan politik pemerintah daerah agar kebijakan dapat berjalan konsisten.
"Tindakan terbaik dalam mencapai keberlanjutan kebijakan mobilitas berkelanjutan adalah penyatuan tindakan mitigasi dan preventif yang didukung oleh pendekatan politis," jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya komitmen kepala daerah dan lembaga legislatif, terutama dalam memastikan keberlanjutan regulasi dan dukungan anggaran bagi program transportasi perkotaan.
Didukung Pendanaan Riset Uni Eropa
Penyelesaian studi doktoral Nasrulhaq turut mendapat dukungan pendanaan melalui proyek Programma Operativo Nazionale (PON) Ricerca e Innovazione yang didanai bersama oleh Uni Eropa dan Pemerintah Italia.
Program tersebut memberikan perhatian terhadap pengembangan penelitian di bidang lingkungan dan inovasi, termasuk kontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Secara khusus, penelitian Nasrul berkaitan dengan SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan.
Hasil penelitian ini juga dinilai relevan dengan berbagai persoalan transportasi yang dihadapi kota-kota di Indonesia, seperti parkir liar, penggunaan kendaraan di kawasan pedestrian, hingga keterbatasan kapasitas aparat dalam menegakkan aturan.
Meski demikian, penerapan rekomendasi penelitian tersebut tetap membutuhkan penyesuaian dengan kondisi sosial, kelembagaan, dan kebijakan masing-masing daerah.
### Perjalanan Akademik dari Makassar ke Eropa
Keberhasilan meraih gelar PhD di Italia menjadi kelanjutan perjalanan akademik Nasrulhaq yang dimulai dari Unismuh Makassar.
Ia merupakan alumnus Program Studi Ilmu Administrasi Negara FISIP Unismuh. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Nasrul melanjutkan studi magister pada Program Studi Manajemen dan Kebijakan Publik FISIP Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.
Pada 2022, ia memulai pendidikan doktoral penuh waktu di University of Palermo, Italia.
Selama menjalani studi, Nasrul juga memperoleh kesempatan memperluas pengalaman akademik melalui program kunjungan di sejumlah perguruan tinggi internasional.
Pada 2022, ia mengikuti program *visiting student* di University of Bergen, Norwegia. Pengalaman serupa dilanjutkan di Radboud University, Belanda, pada 2023.
Sementara pada 2024, ia mengikuti kursus singkat di University of Baltimore, Amerika Serikat.
Aktivitas akademiknya juga mencakup partisipasi dalam forum internasional. Nasrul menjadi pemakalah pada Annual Conference of the European Group for Public Administration di Lisbon, Portugal, pada 2022 dan Athena, Yunani, pada 2024.
Pengalaman tersebut memperluas jejaring akademik sekaligus memperkaya perspektifnya dalam bidang administrasi publik, perencanaan, dan desain kebijakan.
Komitmennya terhadap pengembangan kerja sama internasional juga terlihat ketika menghadiri diskusi akademik antara FISIP Unismuh dan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia pada Februari 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Nasrul menyampaikan pentingnya memperluas kolaborasi internasional untuk mendukung pengembangan akademik dan institusi.
"Kami terus berkomitmen memperluas kerja sama internasional di FISIP untuk memaksimalkan potensi yang ada, baik dalam bidang akademik maupun pengembangan institusi," ujarnya.
Keberhasilan Nasrulhaq menyelesaikan pendidikan doktor di Italia diharapkan semakin memperkuat kapasitas akademik FISIP Unismuh Makassar, khususnya dalam pengembangan ilmu administrasi publik, desain kebijakan, dan tata kelola pemerintahan.
Selain berkaitan dengan SDG 11, penelitian tersebut juga memiliki relevansi dengan SDG 16 mengenai penguatan kelembagaan yang efektif dan SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.
Capaian ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Unismuh Makassar memperluas jejaring akademik internasional serta mendorong hasil penelitian perguruan tinggi agar dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.
TAG
- #Unismuh Makassar
- #Nasrulhaq
- #FISIP Unismuh
- #Pendidikan
- #Prestasi Akademik
- #Doktor Italia
- #University of Palermo
- #Pendidikan Internasional
- #Transportasi Berkelanjutan
- #SDGs