RAKYATKU.COM,MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) mengambil langkah strategis untuk memperkuat daya saing akademik di tingkat internasional. Kampus yang berpusat di MAKASSAR tersebut resmi menjalin kerja sama dengan Coventry University, Inggris, melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang membuka peluang pengembangan riset, pendidikan, dan publikasi ilmiah bersama.
Kesepakatan tersebut ditandatangani Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., bersama Deputy Vice-Chancellor Coventry University, Prof. Richard Dashwood, di Ruang Senat, Lantai 2 Gedung Rektorat Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Kamis (29/10/2026).
Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya Unhas memperluas jejaring akademik global sekaligus mempercepat transformasi menuju universitas berbasis riset yang memiliki keunggulan kompetitif.
Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Raih Penghargaan dari PKK Makassar, Kampung Lontara Dorong UMKM dan Ketahanan Pangan
Selain penandatanganan MoU, kunjungan delegasi Coventry University juga diisi dengan kuliah umum mengenai strategi membangun universitas riset yang diikuti sekitar 150 mahasiswa magister dan peneliti Unhas.
Kerja Sama Buka Peluang Pertukaran Mahasiswa dan Dosen
Kemitraan Unhas dan Coventry University mencakup sejumlah bidang strategis dalam pengembangan pendidikan tinggi.
Baca Juga : Yura Yunita Meriahkan HUT ke-74 KALLA di NIPAH PARK, Munafri Apresiasi Kontribusi Perusahaan
Ruang lingkup kerja sama meliputi pertukaran mahasiswa, dosen, dan peneliti, penelitian bersama, publikasi ilmiah, serta penyelenggaraan berbagai kegiatan akademik.
Kedua universitas juga membuka peluang pelaksanaan simposium, konferensi, kursus singkat, dan kegiatan pengembangan kapasitas lainnya.
Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, mengatakan bahwa kemitraan tersebut merupakan langkah awal untuk mengidentifikasi potensi kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi.
Baca Juga : Tak Sekadar Bagi Hadiah Motor, Asmo Sulsel Bawa Edukasi Safety Riding ke SMAN 5 Makassar
Menurutnya, diskusi bersama Coventry University juga membuka peluang penjajakan program pendidikan dan program studi yang lebih kompetitif.
“Kita melihat peluang dan merencanakan langkah ke depan melalui diskusi ini, termasuk bagaimana mengembangkan program pendidikan dan program studi yang kompetitif,” ujar Jamaluddin Jompa yang akrab disapa Prof. JJ.
“Kami berharap pembahasan ini dapat membuka peluang kerja sama yang memberikan nilai tambah bagi kedua universitas,” lanjutnya.
Baca Juga : Unhas Gandeng Mitra Eropa Tangani Resistensi Antimikroba, 3.500 Warga Makassar Jadi Sasaran Program
Meski telah dituangkan dalam MoU, berbagai program kolaborasi tersebut masih memerlukan pembahasan lanjutan sebelum direalisasikan.
Coventry University Bagikan Strategi Menjadi Kampus Riset
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Prof. Richard Dashwood menyampaikan kuliah umum bertajuk Best Practice University: Transforming Teaching University to Research University.
Baca Juga : Baru Beli Motor Honda? Asmo Sulsel Bagikan Tips Merawat Mesin agar Tetap Awet
Ia membagikan pengalaman Coventry University dalam memperkuat kapasitas penelitian dan membangun posisi akademik di tingkat internasional.
Salah satu pendekatan yang diperkenalkan adalah niche dominance, yakni strategi membangun keunggulan melalui pemusatan sumber daya pada bidang penelitian tertentu.
Pendekatan ini menekankan bahwa perguruan tinggi tidak harus menjadi yang terbaik dalam seluruh disiplin ilmu.
Sebaliknya, universitas perlu mengidentifikasi bidang yang memiliki potensi kompetitif, kemudian mengembangkan keunggulan tersebut secara konsisten.
Strategi tersebut mencakup penguatan sumber daya manusia, investasi infrastruktur, serta pengembangan kelompok penelitian yang memiliki arah dan prioritas jelas.
Bagi Unhas, pendekatan ini menjadi salah satu referensi dalam menentukan strategi penguatan riset ke depan.
Transformasi Riset Coventry Dimulai Sejak 2015
Prof. Richard menjelaskan bahwa transformasi penelitian Coventry University telah dimulai sejak 2015.
Pada tahap awal, universitas melakukan konsolidasi kelompok-kelompok penelitian ke dalam pusat riset yang lebih terkoordinasi.
Langkah tersebut bertujuan memperkuat fokus penelitian sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan sumber daya.
Dalam perkembangannya, pusat-pusat riset Coventry University mencapai kemandirian finansial pada 2017.
Selanjutnya, pada 2021, pusat-pusat penelitian tersebut mencapai kemandirian struktural.
Transformasi tersebut didukung pendekatan transdisipliner melalui pengembangan challenge-led Research Centres.
Melalui model ini, peneliti dari berbagai bidang keilmuan dipertemukan untuk mengembangkan solusi terhadap persoalan yang membutuhkan lebih dari satu pendekatan disiplin ilmu.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa penguatan universitas riset tidak hanya berkaitan dengan peningkatan jumlah publikasi, tetapi juga membutuhkan perubahan dalam pengelolaan kelembagaan.
Riset Harus Bermanfaat bagi Industri dan Masyarakat
Selain membahas strategi pengembangan pusat penelitian, Prof. Richard menekankan pentingnya keterlibatan pihak yang akan memanfaatkan hasil riset.
Pendekatan tersebut dikenal sebagai co-creation, yakni proses pengembangan penelitian yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan sejak tahap awal.
Dalam model ini, pemerintah, industri, komunitas, dan mitra strategis tidak hanya menjadi pengguna hasil penelitian.
Mereka juga dapat dilibatkan sejak proses identifikasi persoalan, perumusan kebutuhan, hingga pemanfaatan hasil riset.
Menurut Prof. Richard, keberhasilan penelitian perlu dinilai dari kontribusinya terhadap penyelesaian persoalan nyata.
“Kita juga perlu memastikan bahwa pengetahuan yang dihasilkan dapat dimanfaatkan, baik oleh industri, pemerintah, maupun masyarakat, sehingga riset memberikan kontribusi nyata di luar lingkungan akademik,” jelasnya.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu perguruan tinggi menghasilkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan pembangunan.
Rektor Unhas Dorong Pemetaan Bidang Riset Unggulan
Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, menilai pengalaman Coventry University memberikan perspektif penting bagi agenda transformasi riset di lingkungan Unhas.
Menurutnya, pengembangan universitas berbasis riset harus diawali dengan pemetaan potensi yang dimiliki perguruan tinggi.
Pemetaan tersebut mencakup kompetensi peneliti, ketersediaan infrastruktur, serta rekam jejak penelitian yang telah dikembangkan.
Hasil pemetaan kemudian dapat digunakan untuk menentukan bidang penelitian unggulan yang memiliki peluang berkembang di tingkat nasional maupun internasional.
Selain itu, Unhas perlu memperkuat kualitas sumber daya manusia, fasilitas penelitian, dan tata kelola kelembagaan yang adaptif.
Kolaborasi lintas disiplin juga menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kualitas dan relevansi penelitian.
“Penguatan riset tidak cukup hanya dengan meningkatkan produktivitas penelitian, tetapi juga perlu memastikan hasilnya memiliki relevansi dan memberikan manfaat nyata,” jelas Prof. JJ.
Unhas Ingin Hasil Penelitian Menjawab Kebutuhan Nyata
Jamaluddin Jompa menegaskan bahwa transformasi universitas riset harus berjalan seiring dengan peningkatan kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat.
Menurutnya, penelitian yang dikembangkan perlu memiliki hubungan dengan kebutuhan pembangunan dan persoalan yang dihadapi berbagai sektor.
Karena itu, kerja sama dengan perguruan tinggi internasional, pemerintah, industri, dan masyarakat perlu terus diperkuat.
“Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak perlu diperkuat agar penelitian yang dikembangkan Unhas mampu menjawab kebutuhan sekaligus memperluas kontribusi universitas di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Melalui pendekatan tersebut, Unhas berupaya mengembangkan ekosistem penelitian yang tidak hanya menghasilkan pengetahuan akademik, tetapi juga mendukung pengembangan solusi yang dapat dimanfaatkan.
MoU Diharapkan Berlanjut Menjadi Program Konkret
Penandatanganan MoU dengan Coventry University menjadi landasan awal bagi pengembangan berbagai kegiatan akademik kedua universitas.
Kesepakatan tersebut membuka peluang penelitian bersama, publikasi ilmiah, pertukaran akademik, hingga pengembangan program pendidikan yang lebih kompetitif.
Namun, keberhasilan kerja sama tetap bergantung pada tindak lanjut dan pelaksanaan program yang disepakati.
Unhas berharap hubungan kelembagaan yang telah dibangun dapat berkembang menjadi kolaborasi yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan masyarakat.
Kegiatan penandatanganan MoU dan kuliah umum yang diikuti sekitar 150 peserta tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi sivitas akademika Unhas untuk mempelajari pengalaman transformasi penelitian Coventry University.
Melalui kerja sama dengan Coventry University, Unhas memperkuat langkah menuju universitas berbasis riset yang mampu mengembangkan keunggulan akademik, memperluas jejaring internasional, serta menghasilkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
TAG
- #Universitas Hasanuddin
- #unhas
- #Coventry University
- #Jamaluddin Jompa
- #Richard Dashwood
- #kerja sama internasional
- #MoU
- #Universitas Riset
- #Pendidikan Tinggi
- #penelitian
- #Makassar.