RAKYATKU.COM,SINJAI – Keinginan memperoleh keuntungan dari investasi harus diimbangi dengan pemahaman mengenai legalitas, mekanisme, dan risiko penempatan dana. Masyarakat diingatkan agar tidak terburu-buru menyerahkan uang hanya karena tergiur janji keuntungan besar dalam waktu singkat.
Pesan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan edukasi keuangan yang dilaksanakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat bersama Anggota Komisi XI DPR RI, Andi Yuliani Paris, di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Senin (26/10/2026).
Melalui kegiatan ini, masyarakat dibekali pemahaman mengenai cara mengenali produk dan layanan jasa keuangan, memeriksa legalitas penyedia investasi, serta mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan.
Baca Juga : Regulator Pasar Modal ASEAN Dukung Reformasi Indonesia, OJK Perkuat Transparansi dan Perlindungan Investor
Edukasi tersebut juga menekankan pentingnya menjaga keamanan data pribadi dan informasi perbankan agar masyarakat terhindar dari potensi penyalahgunaan.
Jangan Tergiur Janji Keuntungan Pasti
Salah satu hal yang menjadi perhatian OJK adalah masih adanya risiko masyarakat terjebak dalam penawaran investasi ilegal.
Baca Juga : OJK Sulsel Sulbar Bersama Komisi XI DPR RI Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat Sinjai
Penawaran yang menjanjikan keuntungan tinggi dalam waktu singkat perlu dicermati, terutama apabila disertai klaim keuntungan pasti tanpa penjelasan mengenai risiko.
Masyarakat juga diingatkan agar tidak mudah mengambil keputusan hanya karena ajakan pihak lain atau adanya tekanan untuk segera menyetorkan uang.
Dalam situasi tersebut, sikap hati-hati menjadi langkah awal untuk melindungi dana yang dimiliki.
Baca Juga : Kepala OJK Sulsel Sulbar Tekankan Pentingnya Perlindungan Konsumen Jasa Keuangan
Sebelum berinvestasi, masyarakat perlu memahami bagaimana dana akan dikelola, dari mana potensi keuntungan diperoleh, dan risiko kerugian yang mungkin terjadi.
Apabila informasi tersebut tidak dijelaskan secara memadai, masyarakat sebaiknya tidak terburu-buru mengambil keputusan.
Periksa Legalitas Penyedia Investasi
Baca Juga : Andi Yuliani Paris Ajak Warga Sinjai Cerdas Kelola Keuangan Keluarga
Langkah penting berikutnya adalah memastikan legalitas pihak yang menawarkan produk investasi atau layanan keuangan.
Pemeriksaan legalitas diperlukan untuk mengetahui apakah penyedia layanan memiliki izin atau status yang sesuai dengan kegiatan usaha yang ditawarkan.
Masyarakat diharapkan tidak hanya mengandalkan penjelasan pihak pemasaran atau orang yang mengajak berinvestasi.
Baca Juga : OJK dan Andi Yuliani Paris Ingatkan Warga Sinjai Tak Tergiur Investasi Bodong
Informasi mengenai legalitas sebaiknya diperiksa melalui kanal resmi otoritas yang berwenang.
Selain legalitas, kewajaran penawaran juga harus menjadi perhatian.
Sebuah produk yang ditawarkan oleh pihak berizin tetap perlu dipahami manfaat, biaya, dan risikonya. Karena itu, keputusan investasi tidak boleh hanya didasarkan pada nama perusahaan atau besarnya keuntungan yang dijanjikan.
Melalui pemahaman tersebut, masyarakat diharapkan semakin mampu membedakan penawaran yang wajar dengan penawaran yang patut dicurigai.
Pahami Produk Sebelum Mengambil Keputusan
Kepala OJK Sulsel Sulbar, Moch. Muchlasin, menegaskan bahwa pemahaman mengenai fungsi dan peran OJK merupakan fondasi penting bagi masyarakat dalam mengenali serta memanfaatkan layanan jasa keuangan.
Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui hak dan kewajibannya sebagai konsumen agar dapat mengambil keputusan secara lebih cermat.
“OJK memiliki peran dalam mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan serta melaksanakan pelindungan konsumen dan masyarakat di sektor jasa keuangan,” ujar Muchlasin.
Ia menjelaskan bahwa edukasi keuangan bertujuan membantu masyarakat memperoleh manfaat dari layanan yang tersedia sekaligus menghindari risiko yang berpotensi merugikan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan masyarakat memahami peran OJK, mengetahui hak dan kewajibannya sebagai konsumen, serta semakin cermat dalam memanfaatkan layanan keuangan yang tersedia,” katanya.
Pemahaman tersebut menjadi penting karena setiap produk keuangan memiliki karakteristik yang berbeda.
Sebelum menggunakan layanan, masyarakat perlu mengetahui tujuan produk, biaya yang harus dibayar, manfaat yang diperoleh, serta konsekuensi apabila terjadi perubahan kondisi keuangan.
Jaga Kerahasiaan Data Pribadi dan Perbankan
Selain risiko investasi ilegal, keamanan data pribadi juga menjadi materi penting dalam edukasi keuangan di Kabupaten Sinjai.
Masyarakat diingatkan agar menjaga kerahasiaan informasi pribadi maupun data perbankan ketika menggunakan layanan keuangan.
Informasi seperti PIN, kata sandi, dan kode verifikasi transaksi tidak boleh diberikan kepada pihak lain.
Kehati-hatian juga diperlukan ketika menerima pesan, panggilan, atau permintaan informasi yang mengatasnamakan penyedia layanan keuangan.
Apabila menemukan permintaan data yang mencurigakan, masyarakat sebaiknya melakukan konfirmasi melalui saluran resmi penyedia layanan.
Langkah tersebut merupakan bentuk pencegahan agar informasi pribadi tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Dengan demikian, kemampuan menggunakan layanan keuangan perlu berjalan beriringan dengan kesadaran menjaga keamanan informasi.
Andi Yuliani Paris Ingatkan Pentingnya Memahami Risiko
Anggota Komisi XI DPR RI, Andi Yuliani Paris, menilai literasi keuangan merupakan bekal penting bagi masyarakat dalam menghadapi semakin beragamnya pilihan produk dan layanan keuangan.
Menurutnya, masyarakat perlu memahami pengelolaan pendapatan, kebiasaan menabung, penggunaan pembiayaan, serta risiko sebelum menentukan pilihan.
Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menghindari keputusan yang berpotensi merugikan kondisi keuangan keluarga.
Andi Yuliani Paris juga menekankan pentingnya edukasi keuangan yang menjangkau masyarakat hingga tingkat daerah.
Dengan pengetahuan yang memadai, masyarakat diharapkan semakin mandiri dalam mengambil keputusan dan tidak mudah terpengaruh oleh penawaran yang tidak masuk akal.
Peningkatan literasi keuangan juga dinilai dapat membantu keluarga memanfaatkan layanan keuangan formal secara lebih bertanggung jawab.
Temukan Tawaran Mencurigakan? Manfaatkan Kontak OJK 157
OJK turut mengingatkan masyarakat agar mencari informasi melalui kanal resmi apabila menemukan penawaran investasi yang mencurigakan.
Masyarakat dapat memanfaatkan Kontak OJK 157 untuk memperoleh informasi atau menyampaikan pengaduan mengenai dugaan aktivitas keuangan ilegal sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemanfaatan kanal resmi menjadi salah satu langkah untuk menghindari keputusan yang hanya didasarkan pada informasi sepihak.
Masyarakat juga diharapkan lebih aktif mencari penjelasan sebelum menyetorkan dana atau menggunakan produk keuangan tertentu.
Melalui kegiatan edukasi di Kabupaten Sinjai, OJK Sulsel Sulbar bersama Andi Yuliani Paris mendorong peningkatan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan yang aman dan bertanggung jawab.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan literasi keuangan sekaligus memperkuat perlindungan konsumen.
Pesan utama dari edukasi ini adalah masyarakat perlu memeriksa legalitas, memahami kewajaran penawaran, mengenali risiko, dan menjaga keamanan data pribadi sebelum mengambil keputusan keuangan.
Dengan sikap yang lebih cermat, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan sesuai kebutuhan tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.
TAG
- #OJK
- #OJK Sulsel Sulbar
- #investasi ilegal
- #investasi bodong
- #Andi Yuliani Paris
- #Moch. Muchlasin
- #literasi keuangan
- #Perlindungan Konsumen
- #Keamanan Data Pribadi
- #kabupaten sinjai
- #Komisi XI DPR RI.