RAKYATKU.COM,MAKASSAR – Siapa bilang membangun bisnis teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) harus berangkat ke Jakarta? Seorang pemuda asal Makassar, Naufal Fayyadh, membuktikan bahwa inovasi digital juga bisa tumbuh dari daerah dan menjangkau pasar internasional.
Melalui perusahaan rintisan bernama Kodeka Labs, Naufal mengembangkan bisnis otomasi AI dan perangkat lunak untuk membantu berbagai kebutuhan usaha, termasuk memberikan solusi digital bagi pelaku bisnis.
Perjalanan Naufal menjadi salah satu kisah inspiratif yang diangkat Telkomsel bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026).
Baca Juga : Pelajar Sumsel Ciptakan Teknologi AI dan IoT untuk Kendalikan Hama Pertanian, Raih Penghargaan Nasional
Lulusan Manajemen Universitas Hasanuddin tahun 2025 tersebut menunjukkan bahwa anak muda Indonesia Timur memiliki peluang untuk bersaing dalam industri teknologi yang terus berkembang.
Bahkan, bisnis yang dirintisnya dari Makassar telah menjangkau klien hingga luar negeri.
Berawal dari Makassar, Kembangkan Bisnis Berbasis AI
Baca Juga : Startup Makassar Belyo Tembus 20 Besar NextDev Telkomsel, Tawarkan Solusi AI untuk UMKM
Naufal melihat perkembangan teknologi AI sebagai peluang besar bagi generasi muda untuk menciptakan solusi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Menurutnya, generasi Z menjadi salah satu kelompok yang paling cepat beradaptasi dengan penggunaan kecerdasan buatan.
Teknologi tersebut tidak lagi hanya digunakan untuk kebutuhan pribadi, tetapi mulai dimanfaatkan dalam aktivitas bisnis sehari-hari.
Baca Juga : Unhas Perkenalkan Inovasi Pengelolaan Sampah Organik Terintegrasi Berbasis Ekonomi Sirkular ke Dubes Inggris
Di Makassar, salah satu contoh penerapannya dapat ditemukan pada usaha kedai kopi atau coffee shop.
Melalui sistem otomasi AI, pelaku usaha dapat memanfaatkan WhatsApp untuk menjawab pertanyaan pelanggan secara otomatis.
Teknologi ini juga dapat membantu menawarkan tambahan pesanan kepada konsumen serta memudahkan pemilik usaha memantau omzet dan stok barang melalui percakapan digital.
Baca Juga : Telkomsel Ajak Sekolah Beralih ke Administrasi Digital Lewat Skul.id
Pemanfaatan AI tersebut menjadi gambaran bagaimana teknologi dapat membantu pelaku usaha menjalankan aktivitas operasional secara lebih praktis.
Melihat peluang tersebut, Naufal mendirikan Kodeka Labs sebagai agensi yang bergerak di bidang otomasi AI dan pengembangan perangkat lunak.
Bisnis tersebut menjadi wadah bagi Naufal untuk mengembangkan solusi teknologi sekaligus menjawab kebutuhan transformasi digital berbagai usaha.
Baca Juga : Perkuat Ekosistem AI Indonesia, Veranita Yosephine Sebut Infrastruktur dan Kolaborasi Jadi Kunci Utama
Masuk 10 Besar NextDev Telkomsel 2026
Perjalanan Naufal mengembangkan Kodeka Labs mendapat dukungan melalui program NextDev, sebuah inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) Telkomsel.
Program tersebut ditujukan untuk mendukung perkembangan perusahaan rintisan digital di Indonesia.
Melalui NextDev ke-11 tahun 2026, Naufal berhasil menembus jajaran 10 besar finalis.
Pencapaian ini memberikan kesempatan baginya untuk mendapatkan pendampingan dan pengembangan kemampuan dari para mentor ahli.
Salah satu pembelajaran teknis yang diperoleh adalah mengenai cara menjalankan sistem AI menggunakan server sendiri.
Pengetahuan tersebut menjadi bekal untuk mengembangkan kemampuan teknis dalam membangun dan mengelola layanan berbasis kecerdasan buatan.
Dukungan melalui NextDev juga memperlihatkan peluang bagi pelaku usaha rintisan dari daerah untuk memperoleh akses terhadap pembinaan teknologi.
Telkomsel Dukung Aktivitas Bisnis hingga Luar Negeri
Dalam menjalankan bisnisnya, Naufal tidak hanya beraktivitas di Makassar.
Ia juga kerap melakukan perjalanan ke berbagai daerah untuk menangani kebutuhan klien, termasuk yang berada di luar negeri.
Mobilitas tersebut membuat konektivitas menjadi salah satu kebutuhan penting agar komunikasi dan pekerjaan tetap berjalan.
Naufal mengaku mengandalkan jaringan Telkomsel untuk mendukung aktivitas bisnisnya, termasuk ketika menggunakan layanan roaming.
“Kerja saya banyak keliling ke daerah, bahkan urus klien sampai luar negeri. Jaringan Telkomsel selalu saya andalkan termasuk waktu roaming, jadi kerjaan tetap jalan ji,” ungkap Naufal.
Bagi Naufal, dukungan konektivitas membantu menjaga kelancaran komunikasi saat harus bekerja dari berbagai lokasi.
Hal tersebut menunjukkan pentingnya akses jaringan telekomunikasi bagi pelaku bisnis digital yang tidak selalu bekerja dari satu tempat.
Anak Muda Indonesia Timur Punya Peluang Besar
Naufal menilai perkembangan AI membuka kesempatan bagi generasi muda di Indonesia Timur untuk meningkatkan kemampuan dan memperluas peluang usaha.
Menurutnya, teknologi kecerdasan buatan dapat membantu mempersempit kesenjangan pengetahuan antara daerah dan pusat-pusat perkembangan teknologi di Pulau Jawa.
Dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia, anak muda dari berbagai wilayah memiliki kesempatan untuk belajar, mengembangkan keterampilan, dan menciptakan solusi sesuai kebutuhan masyarakat.
Peluang tersebut juga menjadi alasan Naufal terus mengembangkan bisnis berbasis AI dari Makassar.
Kisahnya memperlihatkan bahwa lokasi geografis tidak harus menjadi penghalang untuk merintis usaha teknologi.
Meski demikian, pengembangan bisnis tetap membutuhkan kemampuan teknis, kemauan belajar, dan keberanian untuk memulai.
Pesan Sumpah Pemuda: Jangan Tunggu Sempurna untuk Memulai
Momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi kesempatan bagi Naufal untuk menyampaikan pesan kepada generasi muda yang ingin terjun ke dunia teknologi maupun kewirausahaan.
Ia mengajak anak muda agar tidak menunda langkah hanya karena merasa belum memiliki kemampuan atau persiapan yang sempurna.
“Buat anak muda, jangan tunggu sempurna dulu, mulai mi saja. Makassar bisa tonji!” tegas Naufal.
Pesan tersebut menjadi dorongan bagi generasi muda untuk lebih percaya diri dalam mengembangkan gagasan dan memanfaatkan peluang yang tersedia.
Bagi Naufal, semangat Sumpah Pemuda di era digital tidak hanya berkaitan dengan persatuan, tetapi juga tentang bagaimana pemuda dari berbagai latar belakang dapat bergerak bersama mencari solusi atas persoalan masyarakat.
Teknologi menjadi salah satu sarana yang dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan semangat tersebut.
Melalui inovasi yang dikembangkan dari daerah, generasi muda memiliki kesempatan untuk memberikan kontribusi dalam perkembangan ekonomi digital Indonesia.
NextDev Dorong Pertumbuhan Startup Digital Daerah
Kisah Naufal menjadi salah satu contoh bagaimana program pembinaan perusahaan rintisan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan talenta digital di luar kota-kota besar.
Melalui NextDev, Telkomsel berupaya mendukung pelaku startup dalam meningkatkan kemampuan dan mengembangkan solusi berbasis teknologi.
Pendampingan teknis yang diterima Naufal menunjukkan bahwa pengembangan talenta digital tidak hanya membutuhkan akses teknologi, tetapi juga kesempatan untuk belajar langsung dari tenaga ahli.
Bagi pelaku usaha rintisan seperti Kodeka Labs, pembinaan tersebut dapat menjadi bagian penting dalam proses pengembangan bisnis.
Di tengah meningkatnya pemanfaatan AI, kebutuhan terhadap solusi digital juga membuka peluang baru bagi anak muda untuk membangun usaha yang relevan dengan perkembangan zaman.
Kisah Naufal Fayyadh menjadi pengingat bahwa semangat Sumpah Pemuda dapat diwujudkan melalui keberanian berinovasi, membangun usaha, dan menghadirkan solusi teknologi dari daerah.
Dari Makassar, Naufal menunjukkan bahwa anak muda Indonesia Timur memiliki kesempatan untuk mengambil bagian dalam perkembangan industri AI, tanpa harus terlebih dahulu berpindah ke Jakarta.
TAG
- #Telkomsel
- #NextDev
- #Naufal Fayyadh
- #Kodeka Labs
- #Sumpah Pemuda 2026
- #Artificial Intelligence
- #Startup Makassar
- #teknologi digital
- #Universitas Hasanuddin
- #Bisnis AI
- #Ekonomi Digital
- #Sulawesi Selatan.