RAKYATKU.VOM, JAKARTA – Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini semakin berkembang, termasuk untuk menjawab tantangan di sektor pertanian. Potensi tersebut ditunjukkan Fajrin Al Majid, pelajar SMAN Sumatera Selatan, melalui inovasi Smart Pest Control yang berhasil meraih penghargaan Silver dalam ajang Astra Honda Motor (AHM) Best Student 2026.
Inovasi tersebut menggabungkan teknologi AI dan Internet of Things (IoT) dalam sistem pertanian presisi yang dirancang untuk membantu petani mengendalikan hama secara lebih efektif dan efisien.
Keberhasilan Fajrin menjadi salah satu bukti bahwa pengembangan teknologi pertanian tidak hanya dilakukan oleh kalangan akademisi maupun perusahaan teknologi, tetapi juga mulai menjadi perhatian generasi muda di tingkat sekolah.
Baca Juga : Astra Motor Jadi Tuan Rumah HBD 2026, Robien Tony Ajak Ribuan Bikers Perkuat Persaudaraan
Melalui Smart Pest Control, Fajrin menawarkan pendekatan berbasis teknologi untuk menjawab persoalan pengendalian hama yang menjadi salah satu tantangan dalam kegiatan pertanian.
Teknologi AI untuk Membantu Petani
Pengendalian hama merupakan bagian penting dalam kegiatan pertanian karena berkaitan dengan perlindungan tanaman dan keberlanjutan produksi.
Baca Juga : Ribuan Bikers Padati Ambarawa, Honda Bikers Day 2026 Buka Peluang Usaha bagi UMKM Lokal
Di tengah perkembangan teknologi digital, penggunaan AI dan IoT membuka peluang untuk mendukung sistem pertanian yang lebih terukur.
Konsep tersebut menjadi dasar pengembangan Smart Pest Control yang diperkenalkan Fajrin dalam kompetisi AHM Best Student 2026.
Sistem ini menggabungkan kecerdasan buatan dan konektivitas perangkat untuk mendukung pengendalian hama melalui pendekatan pertanian presisi.
Baca Juga : Tak Sekadar Touring, Bikers Honda Salurkan Donasi Rp50 Juta di HBD 2026
Teknologi AI pada sektor pertanian dapat dimanfaatkan untuk menganalisis informasi, sedangkan IoT memungkinkan perangkat terhubung dalam suatu sistem digital.
Kombinasi keduanya berpotensi membantu pengelolaan kegiatan pertanian secara lebih efisien.
Namun, keterangan resmi penyelenggara belum merinci jenis sensor, metode identifikasi hama, mekanisme pengendalian, maupun hasil pengujian Smart Pest Control di lahan pertanian.
Baca Juga : 32.214 Bikers Honda Bersatu di HBD 2026, Puncak Perayaan di Ambarawa Dihadiri 21.868 Peserta
Karena itu, manfaat yang ditawarkan inovasi tersebut masih perlu dilihat melalui pengembangan dan pengujian lebih lanjut.
Raih Silver dari Persaingan 1.215 Pelajar
Inovasi Smart Pest Control berhasil mengantarkan Fajrin meraih penghargaan Silver atau posisi kedua dalam AHM Best Student 2026.
Baca Juga : Honda Bikers Day 2026 Satukan Ribuan Bikers di Tiga Pulau, Puncak Perayaan Digelar di Ambarawa
Kompetisi yang diselenggarakan PT Astra Honda Motor tersebut diikuti sebanyak 1.215 pelajar SMA dan sederajat dari berbagai wilayah Indonesia.
Mengusung tema Gen Z Berkarya, Indonesia Berdaya, ajang ini mendorong generasi muda mengembangkan gagasan inovatif yang mampu memberikan kontribusi terhadap masyarakat.
Berbagai karya peserta juga diarahkan untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Setelah melewati seleksi regional, sebanyak 27 finalis terbaik berhasil melaju ke tingkat nasional.
Mereka mempresentasikan inovasi di hadapan dewan juri yang melibatkan perwakilan Pusat Prestasi Nasional, Direktorat SMA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta PPM School of Management.
Rangkaian kompetisi mencapai puncaknya melalui Webinar Inspiratif dan pemberian penghargaan pada 21 Oktober 2026.
Dalam penilaian nasional tersebut, Smart Pest Control menjadi salah satu karya yang memperoleh penghargaan tertinggi.
Inovasi Pelajar Menjawab Tantangan Pertanian
Pengembangan Smart Pest Control memperlihatkan potensi pemanfaatan teknologi digital untuk menjawab kebutuhan sektor pertanian.
Di Indonesia, peningkatan efisiensi kegiatan pertanian menjadi salah satu persoalan yang dapat didukung melalui pengembangan inovasi.
Pemanfaatan teknologi berbasis data berpotensi membantu petani dalam mengambil keputusan terkait pengelolaan tanaman.
Dalam konteks tersebut, karya Fajrin menjadi contoh gagasan yang menghubungkan perkembangan AI dengan kebutuhan masyarakat di sektor produksi pangan.
Meski demikian, pengembangan teknologi pertanian memerlukan pengujian agar solusi yang ditawarkan benar-benar sesuai dengan kondisi pengguna.
Aspek kemudahan penggunaan, biaya penerapan, serta kesesuaian teknologi dengan kebutuhan petani juga menjadi pertimbangan penting apabila inovasi akan dikembangkan lebih lanjut.
AHM Bekali Finalis dengan Pengetahuan AI
Selain berkompetisi, Fajrin bersama finalis lainnya mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi melalui bootcamp dan Webinar Inspiratif AHM Best Student 2026.
Dalam rangkaian bootcamp pada 22–24 September 2026, para peserta mengikuti lokakarya mengenai perkembangan kecerdasan buatan.
Pembekalan tersebut memberikan pengetahuan mengenai pemanfaatan AI secara bertanggung jawab sekaligus membuka wawasan tentang penggunaan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas.
Melalui kegiatan tersebut, peserta didorong untuk terus mengembangkan gagasan agar lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.
AHM juga menghadirkan sesi pengembangan kepemimpinan dan kompetensi diri melalui Webinar Inspiratif.
Direktur HR, GA, IT & SI AHM, Rita Prajitno, membagikan wawasan mengenai kepemimpinan, pengembangan potensi diri, serta pentingnya karakter yang tangguh dan adaptif.
Sementara itu, dosen Teknik Metalurgi Institut Teknologi Bandung (ITB) sekaligus influencer pendidikan, Imam Santoso, memberikan pembekalan mengenai pentingnya pembelajaran sepanjang hayat.
Para peserta juga didorong untuk menguji dan menyempurnakan inovasi agar berpotensi memberikan manfaat yang lebih luas.
AHM Dorong Inovasi Tak Berhenti di Kompetisi
General Manager Corporate Communication AHM, Rina Listiani, mengatakan AHM Best Student menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pengembangan karakter dan kemampuan inovasi generasi muda.
Menurutnya, pelajar perlu mendapatkan ruang untuk menyampaikan gagasan sekaligus mengembangkan solusi atas berbagai persoalan di lingkungan sekitarnya.
“Melalui AHM Best Student, kami ingin mendukung talenta muda dengan memberikan ruang untuk berani menyampaikan gagasan, mengembangkan inovasi, dan menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat. Kami berharap karya yang dihasilkan tidak berhenti dalam kompetisi, tetapi terus dikembangkan agar berpotensi memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan,” ujar Rina.
Sebagai peraih penghargaan Silver, Fajrin memperoleh beasiswa pendidikan senilai Rp3 juta dan satu unit notebook.
Penghargaan Gold diraih Yazid Alfata dari SMA Fatih Bilingual School, Aceh, melalui inovasi biodeterjen LeraWash.
Sementara itu, penghargaan Bronze diberikan kepada Muhammad Hatan Fahlady dari SMAN 3 Yogyakarta melalui inovasi KALARESIK yang memanfaatkan limbah ban bekas dan tekstil menjadi produk bernilai ekonomi.
Ketiga inovasi tersebut menunjukkan beragam kontribusi pelajar dalam menjawab persoalan lingkungan, pertanian, dan ekonomi.
Melalui Smart Pest Control, Fajrin menunjukkan bahwa teknologi AI dan IoT memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai solusi di sektor pertanian. Keberhasilan meraih penghargaan nasional menjadi langkah awal untuk mengembangkan inovasi tersebut agar kelak dapat memberikan manfaat nyata bagi petani.
TAG
- #AHM Best Student 2026
- #Astra Honda Motor
- #Fajrin Al Majid
- #Smart Pest Control
- #Pelajar Sumatera Selatan
- #Kecerdasan Buatan
- #Artificial Intelligence
- #Internet of Things
- #IoT Pertanian
- #Pertanian Presisi
- #Teknologi Pertanian
- #Pengendalian Hama
- #Inovasi Pelajar
- #ketahanan pangan
- #Rina Listiani
- #Pendidikan Indonesia.