Senin, 26 Oktober 2026 12:51
One Grand Eastlakes Shopping Centre di Sydney, Australia, mencatat kenaikan valuasi sekitar 95 persen menjadi AU$38 juta sejak diakuisisi One Global Capital pada akhir 2024.
Editor : Lisa Emilda

RAKYATKU.COM,JAKARTA – Investasi properti komersial milik One Global Capital di Sydney, Australia, mencatat kenaikan valuasi signifikan dalam waktu kurang dari dua tahun. Nilai One Grand Eastlakes Shopping Centre melonjak sekitar 95 persen, dari AU$19,5 juta saat diakuisisi pada akhir 2024 menjadi AU$38 juta pada 2026.

 

Kenaikan senilai AU$18,5 juta tersebut mencerminkan perkembangan nilai aset pusat perbelanjaan yang dikelola perusahaan investasi dan pengembangan properti milik pengusaha Indonesia, Iwan Sunito.

Berdasarkan keterangan perusahaan, nilai One Grand Eastlakes sebelumnya telah meningkat menjadi AU$33 juta pada akhir 2025, atau bertambah sekitar 69 persen dibandingkan harga akuisisi awal.

Baca Juga : Bukan Cuma Wisata! Iwan Sunito Ungkap Alasan Sydney Jadi Incaran Tokoh dan Investor Indonesia

Tren kenaikan berlanjut pada 2026 setelah penilaian independen CBRE mencatat valuasi properti mencapai AU$38 juta. Angka tersebut meningkat sekitar 15 persen dibandingkan penilaian akhir tahun sebelumnya.

 

Meski demikian, kenaikan valuasi tersebut belum merupakan keuntungan yang direalisasikan melalui penjualan aset.

Iwan Sunito Ungkap Strategi di Balik Kenaikan Valuasi

Baca Juga : Summarecon Mutiara Makassar Hadirkan Cluster Rinoka, Usung Hunian Elegan Bergaya Prancis

Chairman dan Group CEO One Global Capital, Iwan Sunito, mengatakan perkembangan nilai One Grand Eastlakes merupakan bagian dari strategi investasi yang telah dirancang sejak awal akuisisi.

Menurutnya, perusahaan tidak hanya mempertimbangkan potensi kenaikan harga properti, tetapi juga memperhatikan fundamental aset, kemampuan menghasilkan pendapatan, serta peluang merealisasikan nilai investasi.

“Pencapaian ini menjadi kabar yang menggembirakan bagi perusahaan dan para investor. Sejak awal, kami menyusun strategi dengan mempertimbangkan fundamental aset, potensi pendapatan, serta peluang peningkatan nilai dalam jangka waktu investasi yang direncanakan. Perkembangan valuasi ini menjadi salah satu indikator yang perlu dievaluasi bersama kinerja operasional dan kondisi pasar,” ujar Iwan Sunito.

Baca Juga : Dari Wisma Atlet Jadi Hotel Bintang 4, Claro Pandurata Samarinda Bidik Pasar MICE dan Event Nasional

Ia menilai kualitas pengelolaan aset dan keberadaan penyewa menjadi faktor penting dalam mempertahankan daya tarik properti komersial.

Okupansi 100 Persen, Omzet Woolworths Meningkat

Selain mencatat kenaikan valuasi, One Grand Eastlakes Shopping Centre juga menunjukkan perkembangan operasional.

Baca Juga : Kawasan Summarecon Mutiara Makassar Kian Berkembang, Dari Pendidikan Hingga Event Internasional

Pusat perbelanjaan tersebut telah mencapai tingkat okupansi 100 persen dengan sejumlah penyewa utama, termasuk jaringan supermarket ALDI dan Woolworths.

Kinerja salah satu penyewa utamanya juga mengalami peningkatan.

Berdasarkan data yang disampaikan perusahaan, omzet bulanan Woolworths meningkat dari sekitar AU$150.000 menjadi lebih dari AU$520.000 sejak awal pengambilalihan properti.

Peningkatan aktivitas penyewa menjadi salah satu indikator yang diperhatikan dalam menilai prospek pendapatan pusat perbelanjaan.

One Grand Eastlakes merupakan pusat ritel seluas sekitar 3.300 meter persegi yang melayani kebutuhan masyarakat di kawasan sekitarnya.

Karakteristik tersebut menjadi salah satu daya tarik properti ritel berbasis komunitas, terutama karena keberadaan supermarket dan penyedia kebutuhan sehari-hari berpotensi mendukung kunjungan konsumen secara berulang.

Nilai Pasar Diperkirakan Bisa Mencapai AU$46 Juta

Seiring meningkatnya valuasi, One Global Capital mulai mempertimbangkan opsi untuk merealisasikan nilai investasinya.

Perusahaan telah menunjuk Strathfield Partners untuk memasarkan dan menjual pusat perbelanjaan tersebut.

Managing Agent Strathfield Partners, Rob Pignataro, menilai kombinasi ukuran properti dan kualitas penyewa menjadi keunggulan One Grand Eastlakes di pasar properti ritel Sydney.

“Sangat jarang sebuah pusat perbelanjaan dengan luas 3.300 m² seperti One Grand Eastlakes memiliki penyewa berkualitas tinggi (triple-A tenants) seperti Aldi, Australia Post, dan Woolworths. Dengan karakteristik dan kualitas penyewa tersebut, estimasi nilai pasar properti ini berada di kisaran AU$40 juta hingga AU$46 juta,” ujar Rob.

Estimasi tersebut lebih tinggi dibandingkan valuasi independen CBRE sebesar AU$38 juta pada 2026.

Namun, angka AU$40 juta hingga AU$46 juta masih merupakan perkiraan nilai pasar dari agen pemasaran, bukan harga transaksi yang telah disepakati pembeli.

One Global Capital Pertimbangkan Penjualan Aset

Rencana penjualan One Grand Eastlakes merupakan bagian dari strategi investasi yang telah ditetapkan sejak awal.

Perusahaan merancang periode kepemilikan aset selama tiga tahun, dengan target hingga akhir 2027.

Melalui strategi tersebut, One Global Capital berupaya merealisasikan nilai investasi dan mengembalikan modal kepada investor.

Meski demikian, perusahaan masih mempertimbangkan sejumlah pilihan bersama para pemegang saham.

Selain menjual aset, One Global Capital membuka kemungkinan memperpanjang periode kepemilikan hingga satu tahun apabila dinilai dapat memberikan hasil investasi yang lebih optimal.

Keputusan akhir akan mempertimbangkan harga jual yang realistis, prospek pendapatan sewa, biaya transaksi, serta potensi hasil bersih yang dapat didistribusikan kepada investor.

Dengan demikian, peningkatan valuasi belum otomatis mencerminkan tingkat keuntungan bersih yang akan diterima investor.

Pasar Properti Australia Masih Menarik Perhatian Investor

Perkembangan One Grand Eastlakes berlangsung di tengah meningkatnya aktivitas investasi properti komersial Australia.

Mengutip data CBRE Australia yang disampaikan dalam siaran pers perusahaan, nilai investasi properti komersial Australia pada semester pertama 2026 meningkat 16 persen secara tahunan menjadi AU$19 miliar.

Director Commercial Services Savills Indonesia, Fitri Hilman, menilai properti ritel berbasis komunitas memiliki karakteristik investasi yang menarik untuk dicermati.

Menurutnya, kualitas penyewa, tingkat okupansi, dan potensi pendapatan sewa menjadi faktor penting dalam mengevaluasi aset.

“Dalam menilai properti ritel berbasis komunitas (community retail asset), investor perlu melihat lebih dari sekadar lokasi. Kualitas dan keberlanjutan bisnis penyewa, kesesuaian tenant mix dengan kebutuhan masyarakat sekitar, tingkat okupansi, serta potensi pertumbuhan pendapatan sewa menjadi faktor penting,” ujar Fitri.

Bagi investor Indonesia yang mempertimbangkan diversifikasi investasi ke Australia, kenaikan nilai properti juga perlu diperhitungkan bersama risiko nilai tukar, biaya pendanaan, pajak, dan likuiditas aset.

Sementara itu, Iwan Sunito menyebut perkembangan One Grand Eastlakes turut menarik perhatian calon investor dari Timur Tengah dan Amerika Serikat.

Perusahaan juga tengah mempersiapkan rencana peluncuran proyek One Five Dock di Sydney pada pertengahan 2027.

Kendati demikian, perhatian utama One Global Capital saat ini tetap mencakup evaluasi strategi pengelolaan dan potensi realisasi nilai One Grand Eastlakes.

Lonjakan valuasi hingga 95 persen menjadi perkembangan penting bagi portofolio perusahaan. Namun, besarnya keuntungan investasi yang benar-benar diperoleh baru dapat diketahui setelah mempertimbangkan harga transaksi, biaya, dan hasil bersih yang direalisasikan.

BERITA TERKAIT