RAKYATKU.COM - Muh. Al Imran, salah satu alumni Pondok Pesantren Al Urwatul Wutsqaa Benteng, Sidrap berhasil mencatatkan prestasi gemilang di kancah Internasional pada Jumat 21/10/2026.
Pada Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya Japan, Imran berhasil mengamankan medali emas dan perunggu.
Pada nomor Man single Badminton SL3 Semifinal Imran turun dan menghadapi Kumar Nitesh dari India dengan skor 0-2 (19-21 dan 16-21). Pada partai ini Imran mengamankan medali Perunggu untuk kontingen Indonesia.
Baca Juga : Safari Ramadan Kakanwil Kemenag Sulsel di Bone, Bagi Takjil, Santunan dan Sembako
Pada pertandingan final Ganda Men’s Double SL3-SUS hari ini Muh. Al Imran yang berpasangan dengan Suryo Nugroho melawan Shin Kyung Hwan dengan Chao Nadan dari Korea Selatan berhasil menang dengan dau set langsung 25-23 dan 21-8.
Hasil ini menjadikan Indonesia mengoleksi 13 Emas pada Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya Japan.
Prestasi ini tidak didapatkan begitu saja akan tetapi berkat kegigihannya dalam menekuni olahraga Badminton sejak di bangku Sekolah Dasar hingga sekarang bisa berlaga di ajang Internasional. Sebagai catatan bahwa Imran pernah menempuh pendidikan di Ma’had Aly As’adiyah Sengkang Kabupaten Wajo.
Baca Juga : Kanwil Kemenag Sulsel Raih Dua Penghargaan di Regional Treasury Forum
Pada Pekan Paralimpiade Nasional (PEPARNAS) 2024 Solo Jawa Tengah 2 tahun lalu Imran mewakili Kontingen Jawa Barat berhasil memborong Medali Emas sehingga mengantarkannya masuk Pelatnas persiapan Asian Para Games di Jepang 2026.
Menurut Gurutta H. Suardi Latarebbi, Lc., Pimpinan Pondok Pesantren Al Urwatul Wutsqaa bahwa prestasi tersebut merupakan kado Hari Santri Nasional 2026 dan merupakan hasil kerja keras dan tentunya doa para keluarga dan teman-temannya.
“Ini merupakan kado Istimewa bagi pesantren khususnya pesantren Benteng di hari santri nasional ini dimana Imran selama 6 tahun menempuh pendidikan disini," imbuhnya.
Baca Juga : Indeks Kerukunan Umat Beragama Naik, Tertinggi dalam 11 Tahun
Asian Para Games 2026 berlangsung dari 18 hingga 24 Oktober di Aichi-Nagoya Japan, mempertemukan kontingen olahraga dari 45 negara dan teritori di Asia yang berkompetisi dalam 18 cabang olahraga.